Black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) telah ditemukan pada hari kelima operasi SAR dan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) yang akan menjadi kunci utama mengungkap penyebab kecelakaan.
“Analisis data membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk memastikan hasilnya akurat,” jelas Soerjanto.
Dengan ditemukannya seluruh korban dan black box, Basarnas resmi menutup operasi SAR pada Jumat (23/1/2026).
“Kami nyatakan operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat PK-THT selesai,” kata Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii.
Meski demikian, Basarnas tetap membuka operasi kesiapsiagaan rutin apabila ditemukan sisa bagian korban atau barang pesawat oleh masyarakat.
Syafii juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, seraya menyoroti tantangan cuaca ekstrem yang dihadapi selama tujuh hari operasi.
“Alhamdulillah, di hari terakhir cuaca cukup bersahabat sehingga misi dapat diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar