Tragedi Pesawat ATR 42-500

Tangis Pecah di Posko SAR! Korban Terakhir ATR 42-500 Ditemukan di Jurang Bulusaraung, Operasi “Sapu Bersih” Resmi Tuntas

Tangis Pecah di Posko SAR! Korban Terakhir ATR 42-500 Ditemukan di Jurang Bulusaraung, Operasi “Sapu Bersih” Resmi Tuntas
Klik untuk memutar video
Tangis haru personel SAR usai seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan. Foto: BorneoFlash/Dok. Istimewa
Sementara itu, Brigjen Sumy Hastri Purwanti dari Biro Lab Dokkes Polri menyebut proses identifikasi tujuh jenazah lainnya membutuhkan waktu sekitar satu pekan, terutama untuk pemeriksaan DNA. Black Box Ditemukan, Investigasi KNKT Dimulai

Black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) telah ditemukan pada hari kelima operasi SAR dan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) yang akan menjadi kunci utama mengungkap penyebab kecelakaan.

“Analisis data membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk memastikan hasilnya akurat,” jelas Soerjanto.

Tim SAR gabungan menunjukkan benda diduga black box (kotak hitam) usai ditemukan tim khusus pada ekor pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik IAT yang kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). Foto: BorneoFlash/ANTARA/HO-SAR gabungan/aa
Tim SAR gabungan menunjukkan benda diduga black box (kotak hitam) usai ditemukan tim khusus pada ekor pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik IAT yang kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). Foto: BorneoFlash/ANTARA/HO-SAR gabungan/aa
Operasi SAR Resmi Ditutup

Dengan ditemukannya seluruh korban dan black box, Basarnas resmi menutup operasi SAR pada Jumat (23/1/2026).

“Kami nyatakan operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat PK-THT selesai,” kata Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii.

Meski demikian, Basarnas tetap membuka operasi kesiapsiagaan rutin apabila ditemukan sisa bagian korban atau barang pesawat oleh masyarakat.

Syafii juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, seraya menyoroti tantangan cuaca ekstrem yang dihadapi selama tujuh hari operasi.

“Alhamdulillah, di hari terakhir cuaca cukup bersahabat sehingga misi dapat diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar