Arif menegaskan bahwa medan pencarian di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus seperti rappelling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, serta koordinasi kuat antarunsur.
“Medan sangat ekstrem. Setiap pergerakan harus diperhitungkan dengan matang demi keselamatan personel,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang tetap bekerja optimal di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang sulit.
“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian pesawat ini menunjukkan bahwa tim SAR sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kolaborasi semua unsur di lapangan,” kata Syafii.
Ia juga mengungkapkan bahwa cuaca dan kondisi alam masih menjadi tantangan utama. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan tim, baik melalui jalur darat maupun udara.
Meski menghadapi tantangan berat, operasi SAR akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan. (*/ANTARA)






