Ruang Terbuka Hijau Berhadapan dengan TPS, DLH Evaluasi Penataan Taman Bung Tomo

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda, Basuni. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda, Basuni. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Kehadiran taman baru di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang, menyisakan persoalan dalam penataan ruang publik. 

 

Alih-alih sepenuhnya menghadirkan kenyamanan, taman tersebut justru dibangun berhadap-hadapan langsung dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang masih aktif, sehingga memicu keluhan warga akibat aroma sampah yang kerap tercium, terutama saat angin berembus ke arah taman.

 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda merespons sorotan tersebut dengan melakukan peninjauan lapangan bersama unsur kebersihan dan pertamanan. 

 

Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda, Basuni, menjelaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari status pengelolaan taman yang hingga kini belum sepenuhnya jelas. 

 

Meski taman dan TPS berada dalam lingkup kerja DLH, taman Bung Tomo belum diserahterimakan secara resmi dari instansi pembangun.

 

“Secara umum memang TPS dan taman menjadi kewenangan DLH, tapi untuk taman di Bung Tomo ini belum diserahterimakan, apakah nanti ke DLH, kecamatan, atau kelurahan,” ujar Basuni, pada Selasa (20/1/2026).

 

Ia menyebutkan, saat ini taman tersebut masih berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

 

Kondisi ini membuat DLH belum bisa mengambil langkah pengelolaan secara penuh, meskipun aduan masyarakat sudah muncul ke ruang publik. 

 

Karena itu, DLH mendorong agar ada penanganan awal supaya taman tidak dibiarkan terbengkalai sembari menunggu kejelasan serah terima aset.

 

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, salah satu opsi yang dinilai paling memungkinkan dalam waktu dekat adalah melakukan rekayasa tata letak TPS. 

 

Langkah ini ditempuh karena relokasi TPS dinilai tidak mudah, mengingat fungsi TPS masih sangat dibutuhkan dan keterbatasan lahan alternatif di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Makna Peringatan Sumpah Pemuda, Yono Suherman Sebut Tingkatkan Kesadaran Bela Negara 

 

“Solusi sementara yang bisa dilakukan adalah mengubah arah pintu masuk TPS agar tidak lagi berhadapan langsung dengan taman,” kata Basuni.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.