Selain agenda seremonial, Pemprov Kaltim juga menggelar Pekan Rakyat Kaltim sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-69.
Kegiatan ini menjadi wadah interaksi antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan masyarakat, sekaligus ruang apresiasi bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa meskipun peringatan HUT Pemprov Kaltim ke-69 tidak dilaksanakan secara besar-besaran, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha lokal.
“Pemprov Kaltim tetap memfasilitasi UMKM agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif daerah untuk menampilkan karya mereka,” jelasnya.
Pekan Rakyat Kaltim dijadwalkan berlangsung hingga malam 11 Januari 2026 dan akan ditutup dengan kegiatan tabligh akbar bersama Ustaz Das’ad Latif.
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian HUT Pemprov Kaltim ke-69 sekaligus momentum doa bersama di tengah keprihatinan atas berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
“Melalui tabligh akbar, kita mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar Kalimantan Timur senantiasa dijauhkan dari musibah, sekaligus mendoakan saudara-saudara kita di daerah lain yang tengah tertimpa bencana,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kaltim juga melanjutkan penggalangan dana kemanusiaan melalui program Kaltim Peduli. Dari total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp5,7 miliar, Rp3,5 miliar di antaranya telah disalurkan ke Aceh, sementara sisanya akan disalurkan ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Dalam peringatan HUT Pemprov Kaltim ke-69 tahun ini, Pemprov Kaltim mengusung tema “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” sebagai wujud komitmen membangun daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.






