“Kami ingin memastikan digitalisasi ini merata. Jangan hanya di satu titik, tapi menyentuh seluruh aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Robi menilai transaksi non-tunai membawa banyak manfaat, mulai dari peningkatan akuntabilitas, transparansi, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sistem digital dinilai mampu menutup celah kebocoran dan memperkuat fiskal daerah.
“Kalau transaksinya tercatat dengan baik, PAD bisa meningkat, transparansi terjaga, dan kepercayaan publik juga naik,” tambahnya.
Bank Indonesia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung transformasi ini. Dengan kolaborasi yang kuat, Balikpapan diyakini akan menjadi salah satu kota dengan ekosistem ekonomi digital terdepan di Kalimantan.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi. Dengan langkah bersama, kita bisa mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi digital di Kota Balikpapan,” tutup Robi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar