Menurut Aulia, keterlibatan dunia usaha penting untuk menjaga keberlanjutan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Program sosial tetap harus jalan, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi masyarakat,” jelasnya.
Ia mencontohkan dukungan Pertamina EP wilayah Samboja yang menyatakan kesiapan membantu program makan bergizi bagi anak-anak dan lansia.
“Dukungan dari badan usaha seperti ini sangat membantu di tengah keterbatasan fiskal,” katanya.
Dalam skema tersebut, lanjut Aulia, APBD tidak lagi menjadi andalan utama. “APBD kita posisikan sebagai pertahanan terakhir jika program kolaboratif tidak bisa tercapai,” tegasnya.
Ia berharap, melalui pendekatan ini, visi Kukar Idaman Terbaik tetap dapat diwujudkan meski di tengah tekanan anggaran.
“Kami optimistis target pembangunan tetap bisa dijalankan dengan pola kolaborasi,” pungkas Aulia.






