Polresta Samarinda

Meski Dilarang, Aktivitas Kembang Api Masih Terjadi di Sejumlah Titik Samarinda

lihat foto
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda mencatat masih adanya aktivitas penyalaan kembang api oleh sebagian warga pada malam pergantian Tahun Baru 2026, meskipun larangan dan pembatasan penggunaan kembang api telah diberlakukan sebelumnya.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga suasana pergantian tahun agar berlangsung lebih sederhana, khidmat, dan penuh makna.

Langkah itu sekaligus menjadi bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Sumatera yang tengah terdampak bencana alam.

Menjelang malam pergantian tahun, kepolisian telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak merayakan tahun baru secara berlebihan, termasuk dengan menghindari penggunaan kembang api.

Imbauan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan sosial serta rasa kebersamaan di tengah suasana nasional yang masih berduka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menyambut pergantian tahun secara sederhana serta menahan diri dari penggunaan kembang api,” ujar Hendri, pada Rabu malam (31/12/2025).


Meski demikian, di lapangan kebijakan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterapkan secara menyeluruh.

Pada malam pergantian tahun, petugas masih menemukan aktivitas kembang api di beberapa lokasi di Kota Samarinda, meskipun tidak berlangsung secara masif.

“Kami memahami bahwa masih terdapat sebagian masyarakat yang menyalakan kembang api di sejumlah titik,” katanya.

Hendri memastikan bahwa meskipun terdapat aktivitas tersebut, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Samarinda tetap terjaga.

Aparat kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengamanan dengan pendekatan persuasif guna memastikan perayaan berjalan aman dan kondusif.

Ia kembali mengingatkan bahwa momentum pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai sarana refleksi, bukan semata perayaan hiburan.

“Diharapkan perayaan tahun baru tetap berlangsung khidmat serta mencerminkan empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana,” tutupnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar