“Demi keamanan dan keselamatan, kami sudah memasang rambu-rambu dan imbauan di sepanjang ruas tol. Selain itu, enam unit patroli akan disiagakan untuk memandu dan mengawasi arus lalu lintas,” jelasnya.
Karena masih bersifat fungsional, BBPJN mengingatkan pengguna jalan agar mempersiapkan kendaraan sebelum melintas. Fasilitas penunjang seperti SPBU belum tersedia di dalam ruas tol. Namun, fasilitas toilet akan disiapkan di Seksi 5B, setelah akses keluar Simpang Riko.
Yudi juga menjelaskan perbedaan pembukaan tol fungsional Nataru kali ini dengan periode Lebaran sebelumnya. Pada Nataru 2025, ruas tol yang dibuka lebih panjang dan seluruh kendaraan wajib melalui Tol Balikpapan–Samarinda serta Gerbang Tol Manggar, karena akses dari Jalan Soekarno-Hatta tidak lagi difungsikan.
Meski seluruh kendaraan akan melewati gerbang tol, tarif tetap Rp0. Selain itu, akan disiapkan gate tol khusus di akses masuk IKN untuk mendata jumlah kendaraan yang melintas.
Adapun jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas selama periode fungsional ini hanya kendaraan golongan I non bus dan non truk atau kendaraan kecil. Pembatasan ini diberlakukan karena kondisi jalan tol masih dalam tahap konstruksi dan untuk mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
“Bus dan truk belum diperkenankan melintas. Keselamatan menjadi prioritas utama selama tol masih bersifat fungsional,” pungkas Yudi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar