Pemkot Samarinda

Samarinda Bersiap Buka Jalur Udara Internasional Mulai 2026

lihat foto
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan langkah persiapan pembukaan rute penerbangan internasional perdana yang akan menghubungkan Samarinda, Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Kuala Lumpur, Malaysia.

Rute ini diproyeksikan menjadi penghubung strategis sekaligus pengungkit baru bagi perekonomian daerah.

Rencana operasional penerbangan internasional tersebut dijadwalkan mulai berjalan melalui Bandara APT Pranoto pada Februari 2026.

Pemkot Samarinda menilai, kesiapan yang dilakukan tidak hanya menyangkut aspek teknis penerbangan, tetapi juga kelengkapan fasilitas pendukung agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama otoritas Bandara APT Pranoto guna memastikan seluruh persyaratan penerbangan internasional dapat terpenuhi.

“Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen memberikan dukungan yang diperlukan agar kesiapan operasional penerbangan internasional ini dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya, pada Senin (15/12/2025).

Ia menegaskan, konektivitas langsung dengan Malaysia diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi.

Dengan posisi Samarinda sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota penyangga IKN, kehadiran rute internasional dinilai sebagai kebutuhan strategis yang tidak dapat ditunda.

“Terbukanya akses langsung ke jaringan penerbangan internasional merupakan kabar yang sangat positif dan berpotensi menjadi pemicu signifikan bagi peningkatan aktivitas ekonomi daerah,” kata Andi Harun.


Menurutnya, dampak ekonomi tersebut akan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel, berkembangnya sektor kuliner, transportasi darat, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, peningkatan arus wisatawan dan pelaku usaha juga diharapkan mampu mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lebih lanjut, Andi Harun menyebut keberhasilan rute Samarinda–Kuala Lumpur nantinya akan menjadi pintu masuk bagi pengembangan rute internasional lainnya.

Pemkot Samarinda menargetkan kerja sama penerbangan dengan sejumlah negara di kawasan ASEAN maupun Asia Timur.

“Setelah rute Kuala Lumpur berjalan, kami membuka peluang pengembangan penerbangan ke negara lain seperti Singapura, Thailand, hingga Korea Selatan, khususnya rute yang dapat dilayani pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 atau Airbus A320,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui Bandara APT Pranoto masih memiliki keterbatasan infrastruktur, terutama pada panjang landasan pacu yang belum memungkinkan untuk operasional pesawat berbadan lebar untuk penerbangan jarak jauh.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Samarinda akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami berharap adanya dukungan pemerintah provinsi agar pengembangan landasan pacu dapat direalisasikan, sehingga Bandara APT Pranoto benar-benar siap melayani penerbangan internasional secara maksimal,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar