Menteri Abdul Mu’ti menegaskan keselamatan siswa dan kelanjutan pembelajaran menjadi prioritas, sehingga pemerintah menyerahkan kebijakan pembelajaran darurat sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
Kemendikdasmen mendorong kombinasi pembelajaran luring, daring, dan tenda sekolah, menyesuaikan jadwal KBM, serta menyediakan 25 tenda darurat bagi sekolah rusak berat.
Di SMA Negeri 1 Batang, 15 dari 21 ruang kelas masih bisa digunakan, sehingga sekolah mengatur pembelajaran bergiliran. Beberapa sekolah meliburkan siswa demi keselamatan.
Pemerintah menyerahkan kewenangan pelaksanaan Ujian Akhir Semester kepada dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.
Sementara dinas pendidikan dan UPT Kemendikdasmen mengumpulkan data kerusakan sebagai dasar prioritas rehabilitasi 2026. Langkah ini memastikan pemulihan cepat dan hak pendidikan anak tetap terpenuhi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar