Berita Nasional Terkini

SKK Migas Raih Gold Rank ASRRAT 2025, Komitmen Keberlanjutan Tetap Kuat di Tengah Dorongan Peningkatan Produksi

lihat foto
SKK Migas kembali mendapatkan peringkat Gold Rank pada the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Foto: HO/SKK MIGAS
SKK Migas kembali mendapatkan peringkat Gold Rank pada the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Foto: HO/SKK MIGAS
Pada tahun ini, total 82 peserta turut serta, terdiri dari 78 entitas asal Indonesia, 1 dari Bangladesh, dan 3 dari Filipina. Untuk SKK Migas, penghargaan Gold Rank 2025 menambah torehan prestasi serupa selama tujuh kali berturut-turut.

Djoko menegaskan bahwa penanganan isu keberlanjutan, khususnya pengurangan emisi, merupakan pekerjaan jangka panjang yang harus dimulai melalui langkah konkret.

Saat ini, industri hulu migas telah menjalankan berbagai inisiatif, antara lain:

- peningkatan efisiensi energi,

- pengurangan emisi metana,

- minimisasi flare gas menuju zero flaring,

- serta pengembangan carbon capture, utilization, and storage (CCUS).

Sejumlah proyek CCUS telah menunjukkan progres, seperti Ubadari di Tangguh dan Abadi Masela. Teknologi serupa juga telah lama diterapkan pada Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti di Lapangan Sukowati dan untuk pressure maintenance di Lapangan Banyu Urip.

Indonesia bahkan memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar. Regulasi terkait CCS/CCUS di hulu migas pun telah diperkuat melalui penerbitan Pedoman Tata Kerja (PTK) yang menjadi panduan perencanaan hingga pengawasan proyek bagi seluruh Kontraktor KKS.

SKK Migas kembali mendapatkan peringkat Gold Rank pada the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Foto: HO/SKK MIGAS
SKK Migas kembali mendapatkan peringkat Gold Rank pada the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Foto: HO/SKK MIGAS

“Dokumen ini memastikan seluruh proyek CCS/CCUS berjalan efisien, aman, dan akuntabel,” kata Djoko.

Meski regulasi mendukung, Djoko menegaskan bahwa industri hulu migas tidak dapat bergerak sendiri dalam memaksimalkan potensi CCS/CCUS.

“Untuk mewujudkan proyek CCS/CCUS yang nyata, diperlukan kolaborasi kuat antar seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar