Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memberikan wadah positif bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan.
Lebih lanjut, Basuki menekankan pentingnya menciptakan kegiatan positif terhadap anak-anak muda agar menjauhkan dari tindakan dan perilaku negatif yang merugikan bagi diri sendiri dan orang disekitar.
"Intinya kita memberikan kesibukan-kesibukan yang positif. Yang terpenting anak-anak semuanya hindarkan narkoba, tidak ada judi online, tidak ada balap liar. Kita bikin asyik pemuda ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif," ujarnya.
Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan daerah yang yang telah mendukung penuh kegiatan e-Sport Kutim 2025 dan menegaskan rencana ke depan untuk terus mengembangkan e-sports serta olahraga sebagai sektor ekonomi yang menarik.
"Harapan kita, anak-anak semuanya dapat manfaatkan momen ini dengan baik, menampilkan keahlian masing-masing dengan sportivitas tanpa ada keributan," pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar