Efek RDMP tercermin pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan. PDRB per kapita kota pada 2024 mencapai Rp214,11 juta, naik 6,22% dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, Laporan Perekonomian Kota Balikpapan 2024 mencatat kenaikan investasi PMA dan PMDN sebesar 7,08%, menandakan kuatnya aktivitas industri selama masa pembangunan RDMP.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan apresiasi atas sinergi Pertamina dan Pemerintah Kota. Menurutnya, proyek RDMP tidak hanya membuka lapangan kerja bagi warga Balikpapan dan daerah lain, tetapi juga menjadi pilar penting ketahanan energi nasional.
“Terima kasih kepada Pertamina yang telah banyak mempekerjakan tenaga kerja lokal dan dari daerah lain. Ini sangat penting untuk ketahanan energi nasional, dan Alhamdulillah ditempatkan di Kilang Balikpapan,” ucap Rahmad.
Ia menilai RDMP juga berdampak positif terhadap perkembangan kota.
“Proyek ini mendorong potensi pendapatan daerah, meningkatkan ekonomi, dan menjadikan Balikpapan tampil sebagai kota yang semakin modern,” tambahnya.
Sejumlah milestone proyek telah tercapai, termasuk pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas 43 ribu ton per tahun.
Saat ini RDMP memasuki tahap pengoperasian awal RFCC Complex, yang diharapkan semakin memperkuat ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah. “Harapan kami, manfaat RDMP tidak hanya untuk Balikpapan atau Kalimantan Timur, tetapi bagi seluruh bangsa Indonesia,” pungkas Rahmad. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar