BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dipanggil secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, untuk melaporkan capaian sektor ESDM sepanjang tahun 2025. Pertemuan ini berlangsung tertutup dan tidak dihadiri menteri-menteri lain.
“Saya (dipanggil) sendiri. Khusus urusan kerjaan saja,” kata Bahlil kepada awak media usai pertemuan di Istana, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil menyampaikan perkembangan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM hingga November 2025, serta realisasi lifting migas menjelang akhir tahun.
Ia menegaskan bahwa pertemuan itu merupakan bagian dari mekanisme pelaporan rutin seorang pembantu Presiden.
“Saya kan sebagai pembantu Bapak Presiden. Setiap dipanggil harus siap melaporkan apa yang menjadi tugas KPI dan perintah lain dari Bapak Presiden,” ucapnya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi PNBP hingga 10 November 2025 telah mencapai Rp200,66 triliun, atau 78,74 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp254,83 triliun. Angka ini diraih meski sebagian komoditas energi tengah mengalami koreksi harga di pasar global.
Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain:
- Batu bara
- Mineral
- Minyak mentah
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar