Pemkot Balikpapan

Pemkot Balikpapan Fasilitasi Penyelesaian Hak 158 Pekerja Proyek RDMP

lihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo memimpin pertemuan KSPSI Kota Balikpapan dengan perwakilan pekerja PT Changwon JO dan PT Era, yang berlangsung di VIP Room Balai Kota Balikpapan, Senin (17/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo memimpin pertemuan KSPSI Kota Balikpapan dengan perwakilan pekerja PT Changwon JO dan PT Era, yang berlangsung di VIP Room Balai Kota Balikpapan, Senin (17/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wawali menegaskan bahwa sengketa ini berpotensi menjadi pintu masuk penyelesaian persoalan serupa di lingkungan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

“Kami akan berkomunikasi dengan Pertamina dan manajemen RDMP agar ini menjadi entry point penyelesaian kasus-kasus serupa, karena ini bukan yang pertama terkait hak pekerja setelah pekerjaan selesai,” tegasnya.

Bagus menambahkan, Pemkot akan mengundang pihak-pihak terkait dalam pertemuan lanjutan, untuk memberikan kejelasan dan mendorong adanya solusi yang konkret.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo memimpin pertemuan KSPSI Kota Balikpapan dengan perwakilan pekerja PT Changwon JO dan PT Era, yang berlangsung di VIP Room Balai Kota Balikpapan, Senin (17/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo memimpin pertemuan KSPSI Kota Balikpapan dengan perwakilan pekerja PT Changwon JO dan PT Era, yang berlangsung di VIP Room Balai Kota Balikpapan, Senin (17/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Wawali juga memberikan catatan penting bagi Pertamina dan kontraktor utama RDMP agar menertibkan seluruh subkontraktor.

“Kami minta semua perusahaan yang terlibat pekerjaan di Pertamina wajib melaporkan data karyawannya ke Dinas Tenaga Kerja, kantor operasionalnya harus jelas di Balikpapan, dan mereka harus membayar pajak di kota ini,” tegasnya.

Ia khawatir tanpa pendataan dan pengawasan yang baik, kasus serupa akan terus terjadi dan merugikan pekerja lokal. Hal ini tentu tidak diinginkan.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar