Berita Balikpapan Terkini

Lawan Stunting, Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Gelar Gerakkan Aksi Sosial 

lihat foto
Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, saat menghadiri aksi tanggap sosial, di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, pada Jumat (7/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, saat menghadiri aksi tanggap sosial, di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, pada Jumat (7/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Sebagai wujud kepedulian terhadap generasi masa depan, Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan menggelar aksi tanggap sosial bertajuk “Pengendalian dan Pencegahan Stunting untuk Anak Indonesia” di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, pada Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini menggandeng Dinas Kesehatan Kota Balikpapan melalui Puskesmas Margasari, Bunda PAUD Kelurahan, serta kader PKK Kota Balikpapan.

Turut hadir dalam acara tersebut Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, Sekretaris Lembaga Adat Paser Ahmad Nur, Ketua Perhimpunan Bawe Paser Rasimah, Lurah Margasari, serta Kepala Puskesmas Margasari Suliani Panca Winasih.

Dalam aksi sosial ini, Bawe Paser Balikpapan membagikan makanan sehat olahan ikan, telur, nugget, puding, dan bubur kacang hijau kepada anak-anak PAUD Cempaka RT 4 Margasari. Selain itu, turut diserahkan perlengkapan makan, minum, serta alat tulis sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari peran Bawe Paser dalam membantu pemerintah menekan angka stunting di Balikpapan,” ujar Hj. Nurlena, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Balikpapan.

Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, saat menghadiri aksi tanggap sosial, di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, pada Jumat (7/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, saat menghadiri aksi tanggap sosial, di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, pada Jumat (7/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Ia menegaskan, stunting adalah ancaman serius bagi kualitas generasi emas Indonesia. Berdasarkan data, angka stunting nasional masih berada di kisaran 20 persen, sedangkan di Kalimantan Timur mencapai 23 persen.

“Kami ingin berkontribusi menurunkan angka tersebut, dimulai dari edukasi gizi dan pemberian makanan sehat. Harapannya, masyarakat di daerah pesisir seperti Kampung Atas Air bisa semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang,” tambahnya.


Menurutnya, sosialisasi seperti ini juga menjadi sarana memperkenalkan keberadaan Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan, sebagai organisasi yang aktif berkontribusi di bidang sosial dan kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, Hj. Nurlena juga berinteraksi langsung dengan para orang tua murid PAUD, menanyakan pemahaman mereka tentang stunting. Dari hasil dialog, sebagian besar orang tua sudah mengetahui bahwa stunting terjadi ketika pertumbuhan berat dan tinggi anak tidak sesuai dengan usia.

“Pertumbuhan berat dan tinggi anak tidak sesuai usianya, itu tanda stunting,” ujar Noni, salah satu warga RT 4 Kampung Atas Air saat menjawab pertanyaan Hj. Nurlena.

Lebih lanjut, Hj. Nurlena mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengatur pola makan anak, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

“Sekarang semua informasi bisa didapat dari YouTube atau media sosial. Gunakan itu untuk menambah wawasan tentang makanan sehat dan bergizi bagi keluarga,” pesannya.

Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, saat menghadiri aksi tanggap sosial, di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, pada Jumat (7/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, saat menghadiri aksi tanggap sosial, di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, pada Jumat (7/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Melalui kegiatan ini, Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan berharap dapat menumbuhkan kesadaran, bahwa makanan bergizi bukan hanya kebutuhan harian, tetapi juga investasi masa depan bangsa.

“Perubahan kecil yang kita mulai hari ini bisa membawa dampak besar bagi generasi penerus,” pungkas Hj. Nurlena penuh semangat. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar