Selain itu, menurut Ade, pemasangan peralatan Booster Compressor Very Low Pressure (VLP) di daerah Binangat juga membantu aliran gas bertekanan rendah dari Lapangan Sambutan sehingga penjualan gas berhasil melampaui target hingga lebih dari 150 persen.
“Terobosan itu menjadi tonggak penting dalam mengoptimalkan kembali potensi sumur-sumur mature di wilayah tersebut,” imbuhnya.
Senior Manager Subsurface Development & Planning, Supriady, menambahkan bahwa keberhasilan tersebut berkat strategi yang berkelanjutan dan tepat dalam kegiatan pengeboran untuk membuka peluang investasi baru.
“Melalui pendekatan ini, kami juga terus berinvestasi dalam eksplorasi guna menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta meningkatkan produksi gas demi keberlanjutan energi nasional,” ujar Supriady.

Sejak tahun 2022, melalui implementasi PJBG, gas dari Sangasanga Field dan Sangatta Field dioptimalkan menjadi sumber energi bernilai ekonomi yang memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan Perusahaan. Sebelumnya, produksi gasnya digunakan untuk mendukung kebutuhan bahan bakar operasional di Lapangan Anggana (PEP Sangasanga Field) dan Lapangan Semberah (PEP Sangatta Field).
Langkah komersialisasi gas oleh PEP Sangasanga Field dan Sangatta Field ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan pendapatan perusahaan, namun juga memperkuat kinerja bisnis Perusahaan yang dapat mendorong keberlanjutan investasi dan produksi migas Perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai dengan Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi. (*)





