E-Paper BorneoFlash.com

Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 27 Oktober 2025: KA Purwojaya Anjlok di Bekasi-232 Penumpang Selamat, KAI Lakukan Normalisasi Jalur

Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 27 Oktober 2025: KA Purwojaya Anjlok di Bekasi-232 Penumpang Selamat, KAI Lakukan Normalisasi Jalur
Klik untuk memutar video
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 27 Oktober 2025.

BorneoFlash.com, JAKARTA — Kereta Api (KA) Purwojaya relasi Gambir–Kroya mengalami anjlok pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.14 WIB saat melintas di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Insiden tersebut menyebabkan dua hingga tiga gerbong bagian belakang keluar dari rel, memaksa operator melakukan normalisasi jalur dan pengalihan operasional sementara.

Meski demikian, seluruh 232 penumpang dipastikan selamat tanpa adanya laporan luka serius.

Kronologi Kejadian

Informasi awal diterima dari masinis KA Purwojaya 58F yang melaporkan dua gerbong belakang keluar rel sesaat setelah melintas di titik kilometer 56+1/2.

Rangkaian KA Purwojaya terdiri dari: 1 lokomotif, 8 gerbong kelas eksekutif, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit.

Warga sekitar mengaku mendengar suara keras sesaat sebelum gerbong keluar rel.

“Terdengar suara berdenyit kencang, bikin kaget,” ujar Ningsih, warga yang menyaksikan kejadian.

Petugas Polsuska, Unit Jalan Rel, Tim Sarana Daop 1 Jakarta, serta pihak stasiun langsung diterjunkan ke lokasi untuk memastikan keselamatan penumpang, memeriksa kondisi rel dan prasarana, melakukan pengamanan area serta mengatur arus operasional KA lainnya.

Akses ke lokasi dibatasi menggunakan tali pembatas karena warga sempat berkerumun dan mendokumentasikan insiden.

Dampak Operasional: Jalur Hulu Tutup Sementara

Anjloknya gerbong menyebabkan jalur hulu tidak dapat dilintasi, sehingga seluruh perjalanan dialihkan menggunakan jalur hilir (jalur kiri).

KAI Daop 1 Jakarta menerapkan perubahan pola operasi, di antaranya:

✅ Kereta yang diperbolehkan melintas (BK – jalur kiri):

  1. KA 176 Menoreh – pukul 15.01 WIB

  2. KA 142F Parahyangan – pukul 15.21 WIB

  3. KA 103 Bogowonto – pukul 15.44 WIB

  4. KA 137 Parahyangan – pukul 15.55 WIB

  5. KA 39 Sembrani – pukul 15.58 WIB

Adapun kereta yang harus menunggu antrean diantaranya KA 44 Taksaka (Gambir–Yogyakarta), KA 152 Brantas (Pasarsenen–Blitar) dan KA 336 CL Jatiluhur (Cikarang–Cikampek. Dengan potensi keterlambatan masih dimonitor.


Petugas lapangan terus mengimbau warga agar menjauh demi mempercepat penanganan teknis dan menjaga keselamatan serta mencegah gangguan investigasi. KAI: “Keselamatan Prioritas Utama”

Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Seluruh penumpang dalam kondisi aman, dan perjalanan akan dilanjutkan setelah proses penanganan selesai,” ujarnya.

KAI memastikan bahwa investigasi penyebab anjlok sedang berjalan dan normalisasi jalur dilakukan nonstop serta jadwal kereta akan di-update secara berkala.

Adapun hasil pemeriksaan teknis kini fokus pada kondisi rel dan bantalan, mekanisme gerbong terdampak dan adanya kemungkinan gangguan structural. Hasil investigasi akan diumumkan setelah proses analisis selesai.

Hingga Sabtu sore, alat berat disiapkan untuk reposisi gerbong petugas menambah relawan teknis kemudian area diperluas untuk mobilisasi penanganan KAI memastikan perjalanan di rute lain tetap berjalan, namun dengan pola operasi menyesuaikan antrean.

Warga sekitar mengaku insiden ini menarik perhatian banyak orang. “Banyak yang mau lihat, petugas pasang tali karena jalan jadi penuh,” kata salah satu warga.

Insiden anjlokan kereta kembali menegaskan pentingnya sistem deteksi dini, maintenance infrastruktur dan disiplin kecepatan di emplasemen KAI akan memastikan untuk memperbarui informasi secara berkala dan meminta kepada pelanggan untuk terus memantau pengumuman di stasiun dengan mengecek aplikasi KAI Access, dan mengikuti update Humas Daop 1.

“Normalisasi terus dilakukan agar perjalanan segera kembali lancar,” tutup Ixfan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dengan kerugian gerbong belakang keluar rel. Untuk jalur hulu tutup sementara dan operasional dialihkan ke jalur hilir, hingga kini normalisasi masih berlangsung. Adapun kebijakan keselamatan tetap jadi prioritas utama dalam seluruh operasional PT KAI. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar