BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Suasana Kota Minyak akan semakin berwarna dengan digelarnya ASN Idol dan Flashmob 2025, sebuah ajang seni dan hiburan yang melibatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta musisi lintas generasi di Balikpapan.
Acara yang menjadi bagian dari peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Batik Nasional ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang ekspresi kreatif bagi ASN untuk menyalurkan minat dan bakat di luar rutinitas kerja.
Kegiatan dibuka dengan flashmob kolaboratif yang diikuti sekitar 40 peserta, mayoritas penyanyi dari berbagai usia dan latar belakang. Aksi spontan nan energik ini menjadi simbol kebersamaan lintas generasi di Balikpapan.
“Nantinya peserta ASN Idol pun akan ikut ambil bagian dalam flashmob ini. Jadi benar-benar kolaborasi yang memperlihatkan kebersamaan lintas generasi,” ujar Iswara Pranaditya, Ketua Panitia dari Balikpapan Music Community (BMC), usai pembukaan kegiatan di Atrium Pentacity Balikpapan, pada Sabtu (11/10/2025).
Iswara menjelaskan, ASN Idol 2025 diikuti oleh 20 peserta dari sembilan instansi berbeda di lingkungan Pemkot Balikpapan. Meski baru pertama kali diadakan, antusiasme ASN sangat tinggi. “Kami ingin memberikan wadah bagi ASN untuk menampilkan hobi, minat, dan kreativitasnya. Ini kegiatan perdana, tentu masih banyak yang akan kami benahi dari sisi administrasi dan promosi,” ujarnya.
Respons positif datang dari berbagai dinas yang telah mendaftarkan perwakilannya. Iswara optimistis kegiatan ini bisa menjadi inspirasi lahirnya ajang-ajang serupa di tahun-tahun berikutnya.
“Semangat peserta menjadi penyemangat kami untuk terus berbenah dan membuat acara yang lebih baik kedepannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata bahwa ASN juga bisa tampil kreatif dan humanis.
“Melalui ASN Idol dan Flashmob, kita ingin menunjukkan bahwa birokrasi tidak harus kaku. ASN juga bisa menjadi insan kreatif, berjiwa seni, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Ratih dalam sambutannya.
Ratih menegaskan bahwa seni adalah bahasa universal yang menyatukan keberagaman. “Batik yang kita kenakan adalah simbol identitas bangsa, sementara musik dan tari mencerminkan harmoni serta semangat kebersamaan dalam keberagaman,” tuturnya.
Pemkot Balikpapan, lanjut Ratih, mendukung penuh kegiatan ini sebagai wujud sinergi antara pemerintah dan komunitas seni. Ia berharap, semangat kemerdekaan yang diusung dalam acara ini dapat terus hidup dalam karya dan pelayanan.
“Jangan biarkan semangat kemerdekaan berhenti setelah upacara. Mari kita lanjutkan dengan karya, kolaborasi, dan pelayanan terbaik. Bangun Balikpapan dengan amal, jaga dengan iman, dan bela dengan doa,” pungkasnya penuh makna.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar