Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar, proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe memiliki peran vital dalam meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari, serta mengubah standar produk dari EURO II menjadi EURO V yang lebih ramah lingkungan.
Hingga Agustus 2025, progres proyek telah mencapai lebih dari 96 persen, dan kini memasuki tahap commissioning menuju start-up operasi kilang.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek RDMP juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan industri penunjang, serta optimalisasi rantai pasok domestik.
Sementara itu, VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyebut pengakuan dari PEFINDO sebagai pengukuhan atas kredibilitas dan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.
“Peringkat ini tidak hanya mencerminkan kekuatan finansial, tetapi juga komitmen KPB terhadap tata kelola, kepatuhan lingkungan, dan keselamatan kerja. Kami ingin manfaat RDMP benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tegasnya.
Dengan predikat idAAA(sf) dari PEFINDO, PT Kilang Pertamina Balikpapan menegaskan posisinya sebagai entitas strategis dalam mendukung agenda pembangunan energi nasional.
Dukungan kuat dari Pertamina, manajemen keuangan yang disiplin, dan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi fondasi utama bagi KPB untuk terus menjaga reputasi dan kepercayaan publik. (*)





