Pemprov Kaltim

Pemprov Kaltim Usulkan Penambahan Kuota Gas Melon untuk Koperasi Merah Putih

lihat foto
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mengupayakan penambahan kuota distribusi gas elpiji 3 kilogram bagi Koperasi Merah Putih, khususnya yang berada di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda.

Langkah ini dilakukan karena tingginya kebutuhan masyarakat tidak sebanding dengan jumlah pasokan yang tersedia saat ini.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah menunjuk Koperasi Merah Putih sebagai penyalur resmi, bukan pengecer, dengan harapan harga yang diterima masyarakat lebih terjangkau.

“Untuk gas elpiji 3 kilogram, kami memang mendorong agar Koperasi Merah Putih berperan sebagai pangkalan resmi, bukan sub-pangkalan ataupun pengecer,”jelas Wagub Seno, pada Jumat (22/8/2025).

Koperasi Merah Putih Lempake dijadikan sebagai proyek percontohan, bersama dengan Koperasi Merah Putih di Paser Belengkong. Sejak diresmikan sebulan lalu, animo masyarakat cukup tinggi, namun stok yang terbatas menimbulkan keluhan.

Saat ini, jatah distribusi hanya sekitar 75 hingga 100 tabung per minggu, sementara di Kelurahan Lempake terdapat lebih dari 7.000 kepala keluarga yang membutuhkan.


Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov Kaltim telah melakukan koordinasi dengan SKK Migas dan Patra Niaga selaku penyalur resmi Pertamina. Pemerintah berharap kuota distribusi bisa ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan.

“Kami memperkirakan kebutuhan minimal mencapai 200 tabung per hari, karena permintaan masyarakat di kawasan itu sangat besar,”ujar Wagub Seno.

Rencana penambahan kuota saat ini masih dalam tahap evaluasi oleh Patra Niaga. Pemprov Kaltim menargetkan pengembangan secara bertahap, bukan langsung untuk seluruh 1.037 koperasi yang ada.

Skema awalnya adalah membuat model uji coba dengan sistem satu kabupaten terdiri dari 30 koperasi, sehingga ada sekitar 300 koperasi yang akan mendapatkan pasokan sesuai prosedur.

“Secara bertahap jumlahnya akan terus ditambah, namun saat ini masih menunggu evaluasi dari Patra Niaga,”tambahnya.

Untuk percontohan di Lempake dan Paser Belengkong, pemerintah memberikan perhatian khusus agar kuota distribusi benar-benar terpenuhi sebelum melanjutkan ke tahap pengembangan berikutnya.

“Dari pengalaman di Lempake dan Paser Belengkong inilah kami meminta Patra Niaga memastikan kuota gas bagi Koperasi Merah Putih benar-benar tercapai, sebelum memperluas penerapan ke daerah lain,”pungkas Wagub Seno. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar