PT PLN (Persero)

PLN UIP KLT Perkuat Perlindungan Aset Listrik dengan 25 Sertifikat Tapak Tower dari ATR/BPN

lihat foto
Acara Sosialisasi Pengadministrasian & Pendaftaran Tanah Ulayat di Gedung K.H. Idham Chalid, Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, pada Kamis (31/7/2025). Foto: HO/PLN UIP KLT
Acara Sosialisasi Pengadministrasian & Pendaftaran Tanah Ulayat di Gedung K.H. Idham Chalid, Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, pada Kamis (31/7/2025). Foto: HO/PLN UIP KLT

BorneoFlash.com, BANJARBARU – Menyongsong peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) memperkuat perlindungan aset kelistrikan nasional dengan menerima 25 sertifikat tapak tower dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, pada agenda nasional Sosialisasi Pengadministrasian & Pendaftaran Tanah Ulayat di Gedung K.H. Idham Chalid, Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, pada Kamis (31/7/2025).

Dari total 314 sertifikat yang dibagikan kepada berbagai pihak—termasuk tanah ulayat, tanah wakaf, dan aset BUMN—PLN menjadi salah satu penerima strategis. Sertifikat diserahkan kepada Rizal Hikmahtiar, Manager PLN UPP Kalbagtim 4, yang mewakili General Manager PLN UIP KLT.

Aset yang telah tersertifikasi ini merupakan bagian penting dari jaringan transmisi listrik yang menopang pasokan energi di Kalimantan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa sertifikasi lahan merupakan langkah vital bagi keberlanjutan operasional perusahaan.


“Ini bukan sekadar urusan legalitas, melainkan wujud tanggung jawab kami menjaga aset negara agar aman, terlindungi, dan bermanfaat jangka panjang. Kepastian hukum menjadi fondasi layanan listrik yang andal,” ujarnya.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menambahkan bahwa sertifikasi tanah infrastruktur publik adalah bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kepastian hukum, mencegah sengketa agraria, dan mempercepat pembangunan.

PLN pun berkomitmen mendukung agenda ini sebagai bagian dari pelayanan publik dan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Dengan legalitas yang kuat, PLN yakin keandalan listrik di Kalimantan tidak hanya terjamin dari sisi infrastruktur dan teknologi, tetapi juga dari perlindungan hukum terhadap aset yang digunakan.

Sinergi antara PLN dan ATR/BPN menjadi langkah strategis dalam membangun sistem kelistrikan yang aman, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar