Pemkot Samarinda

Masjid Raya Darussalam Direvitalisasi, Pemkot Samarinda Dorong Fasilitas Ibadah yang Layak dan Modern

lihat foto
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat mengunjungi Masjid Raya Darussalam, pada Jumat (25/7/2025) lalu. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat mengunjungi Masjid Raya Darussalam, pada Jumat (25/7/2025) lalu. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan kepedulian serius terhadap kualitas fasilitas ibadah dengan merevitalisasi Masjid Raya Darussalam, salah satu ikon religius kota yang terletak di jantung ibu kota Kalimantan Timur.

Proyek ini tidak semata ditujukan pada pembaruan fisik bangunan, melainkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat fungsi sosial dan spiritual rumah ibadah.

Masjid yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Muslim di Samarinda tersebut sedang menjalani proses rehabilitasi secara menyeluruh.

Mulai dari peremajaan area dalam seperti interior, pencahayaan, toilet, tempat wudhu, hingga bagian luar seperti lahan parkir dan sistem penerangan.

Semua dirancang dengan pendekatan modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman yang melekat pada bangunan tersebut.

Perubahan yang paling terasa terlihat pada sistem pencahayaan di dalam masjid, yang kini jauh lebih terang dan menjangkau hingga area kubah.

Hal ini menjawab keluhan jamaah sebelumnya, di mana interior masjid dinilai kurang mendukung kenyamanan saat beribadah karena pencahayaan yang redup.

“Peningkatan pencahayaan menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kenyamanan jamaah. Kini, seluruh ruang dalam masjid terasa lebih terbuka dan bersih,”ujar Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada senin (28/7/2025).

Selain dari sisi fungsional, aspek estetika juga turut diperhatikan, Pemkot Samarinda menyiapkan sejumlah elemen pendukung seperti penambahan kanopi membran untuk perlindungan kendaraan dan jamaah, serta pembenahan paving block di area halaman masjid.


Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan ibadah yang tidak hanya bersih, tetapi juga ramah dan tertata.

“Masjid bukan sekadar tempat salat, tetapi juga ruang sosial bagi umat. Karena itu, setiap unsur fasilitas harus memberikan rasa aman dan tenteram bagi penggunanya,”katanya.

Tak berhenti di sana, Pemerintah Kota juga telah mengagendakan pembangunan trotoar di sekeliling parit luar masjid yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.

Proyek ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas pejalan kaki dan mempercantik kawasan, menjadikan Masjid Raya sebagai bagian integral dari tata kota yang inklusif.

Langkah revitalisasi ini selaras dengan visi pembangunan Samarinda sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara infrastruktur, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat.

Pemerintah berharap, kehadiran fasilitas ibadah yang representatif mampu mempererat nilai religius dalam kehidupan warga kota.

“Pemerintah bertanggung jawab menyediakan fasilitas ibadah yang layak. Ini adalah bentuk konkret dukungan terhadap kehidupan keagamaan yang lebih bermartabat dan berkesinambungan,”tegas Andi Harun.

Dengan target penyelesaian sebelum akhir Desember 2025, revitalisasi Masjid Raya Darussalam diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi jamaah.

Ke depan, masjid ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga simbol kota yang menggabungkan nilai religius dengan wajah urban yang tertata dan ramah bagi semua kalangan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar