PT PLN (Persero)

Presiden Prabowo Resmikan 47 PLTS di 11 Provinsi: Langkah Nyata Menuju Keadilan Energi Nasional

zoom-inlihat foto
Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian proyek energi bersih di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, pada Kamis (26/6/2025). Foto: HO/PT PLN (Persero)
Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian proyek energi bersih di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, pada Kamis (26/6/2025). Foto: HO/PT PLN (Persero)

BorneoFlash.com, BONDOWOSO – Pemerintah Indonesia terus memperluas pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari strategi pemerataan akses energi di seluruh pelosok negeri.

Terbaru, sebanyak 47 PLTS resmi beroperasi di 47 desa yang tersebar di 11 provinsi, hasil kolaborasi antara Pemerintah, PT PLN (Persero), dan mitra swasta.

Peresmian proyek energi bersih ini dipusatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, pada Kamis (26/6/2025), dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa energi surya merupakan solusi strategis untuk menghadirkan listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mempercepat kemandirian energi dari desa hingga kabupaten.

“Dengan tenaga surya, desa-desa bahkan di gunung dan pulau terpencil bisa swasembada energi. Ini adalah langkah besar dalam menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan pembangunan,” ujar Presiden Prabowo.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan PLTS dalam mendukung target Net Zero Emissions pada 2060, sekaligus menurunkan biaya logistik energi yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah terpencil.

“Kita bisa jadi negara yang tepat waktu menuju nol emisi karbon. Tapi yang lebih penting, energi bisa hadir tanpa biaya logistik yang mahal. Inilah dampak nyata dari program energi terbarukan kita,” tegasnya.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Sproyek PLTS ini akan menjadi tulang punggung dalam meningkatkan rasio elektrifikasi desa-desa yang belum terjangkau listrik.

“Dalam 4 hingga 5 tahun ke depan, seluruh desa yang belum berlistrik akan kita pasang PLTS. Ini bentuk kolaborasi negara, PLN, dan swasta demi keadilan sosial,” kata Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa PLN berkomitmen penuh mendukung visi Presiden dalam menghadirkan keadilan energi melalui pemanfaatan energi terbarukan.

“Ini bukan sekadar proyek listrik. Ini adalah gerakan nasional menuju masa depan hijau, bersih, dan inklusif. Dengan PLTS, kami hadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat desa,” ungkap Darmawan.

Ia merinci bahwa 47 PLTS yang diresmikan memiliki total kapasitas 27,8 megawatt (MW) dan kini telah memberi akses listrik kepada 5.383 rumah tangga di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

“Anak-anak kini bisa belajar lebih lama, layanan kesehatan membaik, dan ekonomi desa bergerak. Inilah bentuk nyata keadilan energi,” tutup Darmawan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar