Berita Kaltim Terkini

SMA Negeri 10 Samarinda Menuju Sekolah Garuda, Diharapkan Jadi Role Model Pendidikan di Kaltim

lihat foto
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Stella, didampingi Ketua Komisi IX DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat berada di SMA 10 Samarinda, pada Rabu (18/7/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Stella, didampingi Ketua Komisi IX DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat berada di SMA 10 Samarinda, pada Rabu (18/7/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – SMA Negeri 10 Samarinda kini bersiap menjadi bagian dari program "Sekolah Garuda", sebuah inisiatif transformasi pendidikan yang ditujukan untuk mencetak generasi unggul berdaya saing global.

Dalam acara yang digelar untuk memperkuat komitmen tersebut, para pemangku kebijakan dan tokoh pendidikan turut menyampaikan dukungan agar program ini tidak hanya sukses di Kaltim, tetapi juga bisa menjadi inspirasi nasional di SMA 10 Samarinda, pada Rabu (18/7/2025).

Kepala SMA Negeri 10 Samarinda menyatakan harapannya agar seluruh pihak, terutama pemerintah pusat melalui Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan sekolah ini.

Ia menyebut bahwa transformasi yang dilakukan tidak sekadar pembenahan fisik, tetapi juga menyeluruh pada kualitas pendidikan.

“Kami mengharapkan dukungan penuh dari Ibu Wakil Menteri dan semua pihak terkait, agar program Garuda Transformasi ini bisa menjadi role model pendidikan di Kalimantan Timur, bahkan bila memungkinkan, menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia,”ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmad Ramadhan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin akses pendidikan tanpa hambatan biaya.

Ia menyampaikan bahwa semangat program Gratispol (Gratis Sekolah Total) bukan sekadar slogan, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi muda.


“Gratispol bukan hanya sebatas slogan. Kami tidak ingin ada satu pun anak-anak Kaltim yang tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya. Kami berpesan kepada para siswa untuk terus belajar dan berinovasi. Sukses di bidang akademik penting, tapi kami juga ingin mereka unggul secara sosial,”ucap Rahmad.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi langkah transformasi pendidikan di Kaltim.

Ia menyampaikan bahwa visi Presiden RI menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional, terutama dalam menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan ekosistem global.

“Strategi Presiden dalam pembangunan SDM adalah memberikan akses terhadap pendidikan yang berkualitas, termasuk pada jenjang SMA. Beliau meyakini bahwa perubahan teknologi dan kesejahteraan bangsa hanya bisa dicapai jika sejak SMA, siswa sudah dibekali kompetensi dan kepekaan sosial. Ini bukan program abstrak Presiden secara langsung menaruh perhatian pada kalian semua,”jelas Hetifah.

Ia juga menambahkan bahwa inisiatif Sekolah Garuda merupakan bagian dari visi jangka panjang Presiden dalam membentuk ekosistem pendidikan yang unggul.

Pendidikan vokasi dan tinggi memang dikelola terpisah, tetapi jenjang SMA menjadi titik awal penting untuk mempersiapkan SDM yang mampu bersaing, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah global. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar