Pemprov Kaltim

Krisis Sampah Plastik di Kaltim Butuh Pendekatan Tegas dan Edukasi Berkelanjutan

zoom-inlihat foto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
BorneoFlash.com, SAMARINDA – Persoalan sampah plastik di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin mendesak untuk ditangani secara sistematis. Pemerintah daerah menilai bahwa tantangan utama bukan lagi semata pada aspek teknis pengelolaan, melainkan pada kesadaran kolektif masyarakat dan lemahnya implementasi aturan yang sudah ada. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi, menyoroti bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi lonjakan limbah plastik yang terus meningkat setiap tahunnya. Ia menilai, meski infrastruktur dan fasilitas pendukung mulai tersedia, tetapi tanpa kepatuhan dan kesadaran publik, upaya pengurangan sampah plastik hanya akan berjalan di tempat. "Masalah terbesar kita bukan hanya di pengelolaan, tapi di kepatuhan. Masyarakat masih menganggap enteng membuang sampah sembarangan, padahal aturannya sudah jelas,"katanya Anwar. Ia menambahkan bahwa perda terkait pengelolaan sampah sebenarnya sudah mengatur sanksi bagi pelanggar, namun belum pernah benar-benar ditegakkan. Kurangnya tindakan hukum menyebabkan perilaku membuang sampah sembarangan tetap berlangsung tanpa efek jera. “Kalau satu saja didenda sesuai perda, efeknya bisa langsung terasa. Tapi sampai hari ini belum pernah ada yang dikenai sanksi,”ucapnya tegas.
DLH Kaltim juga mendorong peningkatan peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Salah satu langkah konkret adalah mendorong pemanfaatan fasilitas pengolahan limbah plastik yang telah beroperasi di kawasan Sanga-Sanga. Sayangnya, pemanfaatan fasilitas ini masih jauh dari optimal karena minimnya keterlibatan masyarakat. “Pabriknya sudah ada dan bisa bantu banyak, tapi kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan masih sangat rendah,”ujar Anwar. Ia juga mengingatkan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dijadikan titik balik untuk membangun budaya baru dalam mengelola sampah, bukan sekadar kegiatan simbolik tahunan. Lebih lanjut, DLH Kaltim telah menggencarkan kampanye edukasi melalui surat edaran ke sekolah-sekolah, rumah ibadah, hingga bank sampah, termasuk imbauan untuk menghindari penggunaan kantong plastik saat perayaan hari besar keagamaan seperti Iduladha. Anwar pun mengajak seluruh elemen, termasuk media massa, untuk menjadi bagian dari solusi melalui kampanye informasi yang konsisten dan menyentuh akar persoalan. “Perubahan dimulai dari kesadaran, dan media punya peran penting dalam menyebarkan pesan. Ini bukan soal kegiatan seremonial, tapi soal masa depan lingkungan hidup kita bersama,”pungkasnya. (*)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar