Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi titik pembangunan permanen Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.
Andi Harun menekankan bahwa semangat utama dari program ini adalah keadilan akses pendidikan.
“Sekolah Rakyat bukan proyek biasa. Ini tentang memberi peluang kepada anak-anak dari keluarga yang tidak punya akses. Kalau kita tunda, itu artinya kita abaikan hak mereka,”tegasnya.
Dengan pendanaan dari APBN dan dukungan dari berbagai pihak, Pemkot berharap Sekolah Rakyat bisa mulai berjalan sesuai target awal.
Untuk tahap pertama, program ini ditujukan bagi 100 siswa dari keluarga miskin ekstrem di Samarinda.
“Ini investasi masa depan. Program ini harus jalan, karena ini bukan soal siapa dapat lahan, tapi siapa yang mau memperjuangkan masa depan anak-anak Samarinda,”tutup Andi Harun. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar