Berita Balikpapan Terkini

Melonjak 70 Persen, Menteri PKP: Siapkan 350 Ribu Unit Rumah Subsidi

lihat foto
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat meninjau rumah subsidi di Perumahan Mentari Village, di Jalan Soekarno Hatta Kilo Meter 21, pada Minggu (18/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat meninjau rumah subsidi di Perumahan Mentari Village, di Jalan Soekarno Hatta Kilo Meter 21, pada Minggu (18/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dalam kunjungannya ke Balikpapan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menanggapi laporan dari pemerintah daerah, khususnya Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.

Kota Balikpapan menunjukkan kondisi daerah yang cukup siap dari segi daya beli dan kebutuhan tempat tinggal. "Daya beli masyarakat di sini relatif tinggi, bahkan melebihi rata-rata nasional. Itu jadi modal penting untuk pengembangan hunian,” jelas Menteri saat meninjau rumah subsidi di Perumahan Mentari Village di Jalan Soekarno Hatta Kilo Meter 21, Balikpapan Utara, pada Minggu (18/5/2025).

Menteri PKP mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi titik tertinggi dalam pendanaan rumah subsidi. Kuotanya meningkat drastis dari 200 ribu unit pada tahun lalu menjadi 350 ribu unit tahun ini melonjak lebih dari 70 persen.

"Permintaan juga ikut melonjak. Dalam tiga bulan pertama saja, dari Januari sampai Maret, permintaan rumah subsidi meningkat lebih dari 1100 persen, dari 4.800 menjadi 77 ribu unit. Ini lompatan, bukan sekadar peningkatan," katanya.

Ia menambahkan bahwa ini adalah respon langsung atas kebutuhan nyata di lapangan sekaligus cerminan keberhasilan program. "Kalau dulu isu kuota jadi keluhan, sekarang kita jawab dengan lonjakan pasokan," ujar Maruarar.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Menggelar Pertemuan Saat Kunjungan Kerja Ke Balikpapan, pada Minggu (18/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Menggelar Pertemuan Saat Kunjungan Kerja Ke Balikpapan, pada Minggu (18/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Maruarar juga mengumumkan bahwa pemerintah kini memperluas akses terhadap program rumah subsidi. Jika sebelumnya hanya masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp6 juta (lajang) dan Rp8 juta (menikah) yang memenuhi syarat, kini angka itu dinaikkan hingga Rp11 juta bagi yang sudah berkeluarga.

Langkah ini, menurutnya, didorong oleh dinamika ekonomi serta komitmen untuk menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan hunian pertama. “Rumah bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga fondasi kehidupan yang layak,” katanya.


Dalam kunjungannya, Maruarar juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam menyalurkan bantuan. Ia memuji kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo yang memperbarui data penduduk setiap tiga bulan melalui BPS. "Dengan data yang terus diperbarui, kita bisa pastikan program tepat sasaran dan tidak stagnan," jelasnya.

Menteri PKP juga mengingatkan para pengembang agar tidak hanya terpaku pada jumlah, tetapi juga menjaga kualitas. Ia meminta agar desain hunian dibuat menarik dan rapi, demi menciptakan lingkungan tinggal yang nyaman dan membanggakan.

“Ini bukan hanya tentang angka. Rumah subsidi harus punya kualitas yang baik, karena ini rumah bagi masa depan rakyat. Mari bangun dengan semangat dan tanggung jawab,” tuturnya.

Ia juga menegaskan langkah taktis dalam pengembangan hunian bersubsidi di luar kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN). Maruarar Sirait, mengajak para pengembang untuk memanfaatkan peluang besar di wilayah penyangga IKN yang diprediksi akan menjadi magnet baru aktivitas ekonomi.

Maruarar menyebutkan bahwa lokasi di luar IKN justru menyimpan potensi tinggi untuk pembangunan perumahan terjangkau. Hal ini terutama ditujukan bagi kalangan pekerja yang akan terserap dalam berbagai proyek di kawasan ibu kota baru.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Menggelar Pertemuan Saat Kunjungan Kerja Ke Balikpapan, pada Minggu (18/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Menggelar Pertemuan Saat Kunjungan Kerja Ke Balikpapan, pada Minggu (18/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

"Daripada menunggu lahan di dalam IKN, lebih strategis memulai di luar kawasan. Masih banyak tanah kosong yang bisa dimanfaatkan, jaraknya juga terjangkau," ujar Maruarar.

Kunjungan ini juga ditandai dengan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk guru PAUD, pengemudi ojek online, pekerja warung kelontong, dan pegawai swasta. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar