“Harus jelas siapa pimpinan redaksinya, wartawannya, badan hukumnya, dan lainnya,” tambahnya.
Ia menilai tantangan terbesar bukan berada di tingkat provinsi, melainkan di daerah, di mana kerap terjadi kesalahpahaman antara media dan aparat penegak hukum.
“Konflik lebih sering terjadi di kabupaten/kota. Kadang aparat belum memahami bahwa media memiliki UU Pers sendiri. Inilah yang akan kita perkuat lewat pendampingan hukum,” tegasnya.
Teguh juga berharap SMSI Kaltim di masa mendatang dapat memperjuangkan harga satuan media yang lebih layak agar berdampak pada kesejahteraan wartawan.
“Kalau harga satuan naik, wartawan juga akan sejahtera. Ini perjuangan B2B, business to business,” ujarnya.
Ia menutup dengan penegasan pentingnya menjaga soliditas di internal SMSI.
“Siapa pun yang terpilih, itu adalah pilihan terbaik. Namun bagi saya, pemimpin SMSI harus bisa merangkul semua kalangan, tanpa membedakan mana lawan dan kawan,” pungkasnya.
Hingga penutupan masa pendaftaran, terdapat empat kandidat yang resmi mengembalikan berkas pencalonan Ketua SMSI Kaltim, yakni Wiwid Mahendra Wijaya, Yakub Anani, Jerin, dan Indera Teguh Nur Cahyadi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar