Pemkot Samarinda

Proyek Pembangunan Pasar Pagi Samarinda Dipercepat, Ditargetkan Selesai Mei 2026

lihat foto
Proyek Pembangun Pasar Pagi. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Proyek Pembangun Pasar Pagi. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Proyek besar pembangunan Pasar Pagi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota, terus dipercepat.

Saat ini, kemajuan pembangunan tahap pertama telah mencapai 96,74 persen, dengan target pasar tradisional tujuh lantai ini mulai beroperasi pada Mei 2026.

Andi Harun menyampaikan bahwa proyek pembangunan Pasar Pagi ini dirancang untuk menjadi pusat perbelanjaan modern yang dapat mendongkrak perekonomian Kota Samarinda.

"Pada saat ini, kami tengah mengupayakan lelang dini untuk tahap kedua. Seperti yang kita ketahui, lelang ini merupakan salah satu rekomendasi dari pengawasan KPK terhadap proyek-proyek strategis daerah," ungkap Andi Harun di sela-sela peninjauan.

Lelang ini dimaksudkan untuk menghindari adanya keterlambatan dalam pekerjaan fisik pembangunan Pasar Pagi. Oleh karena itu, proses lelang dilaksanakan lebih awal.

"Kami sudah melaksanakannya. Salah satu proyek yang dimaksud adalah kelanjutan pembangunan Pasar Pagi," ujar Andi Harun.

Berdasarkan informasi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), saat ini tahapan penawaran dalam lelang sedang berlangsung.


Wali Kota Andi Harun menargetkan bahwa pembangunan Pasar Pagi yang terdiri dari tujuh lantai ini akan selesai sepenuhnya pada tahap kedua, yang diperkirakan pada bulan Mei 2026.

Pembangunan tahap kedua nanti akan lebih difokuskan pada penyelesaian fasad modern, serta pemasangan eskalator dan lift.

"Jika pembangunan tahap kedua selesai 100 persen, kami perkirakan pada Mei tahun depan. Namun, secara fungsional, kita kemungkinan sudah bisa melihat operasional pasar sebelum bulan tersebut," jelas Andi Harun.

Proses pemindahan pedagang yang akan menempati 2.857 lapak di Pasar Pagi ini direncanakan akan dilakukan sebelum Mei 2026.

"Kami akan berdiskusi kembali dengan perwakilan pedagang. Saran saya, sebaiknya kita selesaikan pembangunan terlebih dahulu, baru melakukan pemindahan agar tidak perlu mengerjakan dua kali," tambahnya.

Selain itu, Andi Harun juga meminta agar Dinas Perdagangan Kota Samarinda menyiapkan tata kelola Pasar Pagi yang lebih modern, dengan sistem yang lebih baik daripada sebelumnya.

"Tentu dengan pendekatan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pasar ini tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara lama seperti yang diterapkan pada UPTD. Harus lebih progresif, komprehensif, dan bertarget," tegasnya.

"Misalnya, pasar harus memiliki standar tertentu, seperti toilet yang tidak boleh berbau dan harus selalu kering," pungkas Andi Harun.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar