BorneoFlash.com, SAMARINDA - Kota Samarinda mengalami peningkatan signifikan dalam pertumbuhan ekonominya, yang semakin kuat berkat kerjasama berbagai pihak, tidak hanya bergantung pada peran pemerintah.
Berbagai program yang digagas oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku usaha, serta kebijakan anggaran daerah (APBD) berperan sebagai pendorong utama perekonomian kota ini, seperti yang diungkapkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam paparan mengenai perkembangan ekonomi terbaru pada Sabtu (29/3/2025).
Salah satu kontribusi terbesar datang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), anggota Holding BUMN Ultra Mikro (BWMN), yang telah membina sekitar 30 ribu kelompok usaha, khususnya kelompok ibu-ibu.
Melalui program pembiayaan dan pendampingan usaha, kelompok-kelompok tersebut kini telah mampu menghasilkan beragam produk komoditas.
“Mereka tidak hanya mendapatkan akses terhadap modal, namun juga pembinaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas,” ungkap Andi Harun.
Di sektor industri, revitalisasi usaha tradisional seperti Orimba di Samarinda Seberang juga menunjukkan keberhasilan dalam pemulihan ekonomi.
Industri pengolahan pelepah sawit (pelewit) yang sempat terhenti kini kembali beroperasi setelah mendapat tambahan modal dan dukungan pemasaran.
“Kami sudah meninjau langsung perkembangan Orimba. Kini mereka telah mampu beroperasi dengan baik dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” tambah Andi Harun.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga memperkuat ketahanan pangan dengan memperluas lahan pertanian dan budidaya perikanan darat.
Peningkatan jumlah wirausaha baru dapat dilihat dari terbitnya 18.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang mencakup usaha mikro maupun menengah.
“Ini menunjukkan bahwa UMKM berperan penting sebagai pilar utama ekonomi daerah,” ujar pejabat Dinas Perdagangan setempat.
APBD Samarinda disebutkan memiliki peran yang vital sebagai penggerak pemulihan ekonomi.
Program bantuan usaha senilai 100 juta per Rukun Tetangga (RT) telah mendorong perputaran uang melalui kegiatan swakelola masyarakat.
“Dana tersebut tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan yang lebih luas,” tegas Andi Harun.
Sektor properti juga menunjukkan perkembangan positif dengan selesainya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dua tahun lalu, yang membuka peluang bagi pengembang untuk bekerja sama dengan pihak perbankan.
Meskipun daya beli properti kelas menengah atas masih perlu ditingkatkan, pembenahan regulasi dipandang sebagai langkah awal yang penting untuk pemulihan sektor ini.
Samarinda juga semakin diperkuat posisinya sebagai pusat logistik dan layanan industri di Kalimantan Timur.
Aktivitas pertambangan di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), serta kawasan industri Bontang turut mendukung perekonomian kota melalui distribusi logistik dan belanja kebutuhan operasional.
“Kami optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus membaik, terutama dengan semakin kondusifnya iklim investasi yang ada,” ujar Andi Harun.
Kolaborasi antara berbagai pihak ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi Kota Samarinda dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar