BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui program Gratispol yang menjadi fokus utama pemerintahan Gubernur Rudy Mas'ud, menargetkan pendidikan gratis untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru pertengahan 2025.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, mengungkapkan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pendidikan gratis untuk tingkat sekolah hingga kuliah, mencakup jenjang S1, S2, dan S3, sedang dalam tahap persiapan.
Selain pendidikan gratis, program Gratispol juga mencakup berbagai kebijakan lain, termasuk kesehatan, umrah, dan akses Wi-Fi gratis, yang menjadi bagian dari prioritas pemerintahan Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam 100 hari pertama pemerintahan mereka.
Rudy Mas'ud memastikan bahwa program pendidikan gratis ini akan segera diterapkan guna menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh pemuda di Kalimantan Timur.
"Kami berharap, Insyaallah, tahun ini program Gratispol akan segera disinkronisasikan, khususnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, umrah, dan Wi-Fi gratis," ujar Rudy.
Didampingi oleh Wakil Gubernur Seno Aji dan Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Rudy Mas'ud menegaskan bahwa pendidikan gratis merupakan salah satu prioritas utama dari pemerintahannya.
Pemprov Kaltim bertekad agar setiap anak di wilayah ini dapat mengakses pendidikan tanpa terhalang biaya.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak di Kaltim yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi. Pendidikan gratis ini mencakup semua jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi," jelas Rudy.
Program Gratispol juga mencakup berbagai kebijakan strategis lainnya, seperti pembebasan biaya sekolah, penyediaan seragam gratis, serta bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa yang berprestasi.
Program ini dirancang untuk menyediakan fasilitas pendukung, termasuk akses Wi-Fi gratis di seluruh desa, serta beasiswa hingga jenjang S3.
"Kami ingin memastikan sumber daya manusia (SDM) Kaltim siap menghadapi tantangan industri dan globalisasi, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah ini," kata Rudy Mas'ud.
Saat ini, Pemprov Kaltim sedang berupaya agar Pergub mengenai pelaksanaan pendidikan gratis dapat segera diselesaikan dan diterapkan pada awal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Juni 2025.
"Syaratnya, anak-anak yang mengikuti program ini harus berkomitmen untuk sekolah dengan sungguh-sungguh, dan wajib memiliki KTP Kaltim, karena program ini diperuntukkan bagi warga Kaltim," tegas Rudy Mas'ud.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar