Pemprov Kaltim

Safari Ramadan: Rudy Sebut Pendidikan Gratis di Kaltim Siap Direalisasikan Tahun Ini

lihat foto
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat audiensi dengan siswa. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat audiensi dengan siswa. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Safari Ramadan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda disambut dengan antusiasme tinggi, terutama dari kalangan pelajar yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program pendidikan gratis yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rudy Mas'ud menjelaskan bahwa program pendidikan gratis telah melalui proses sinkronisasi sejak masa transisi kepemimpinan Pemprov Kaltim.

Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan agar manfaat program tersebut dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat Kaltim.

"Sebelum resmi dilantik, kami telah melakukan sinkronisasi agar program pendidikan gratis ini dapat langsung diterapkan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kalimantan Timur," ujar Rudy Mas'ud di Samarinda, Rabu (5/3/2025).

Program yang diberi nama "Gratispol" ini tidak hanya mencakup sektor pendidikan, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, pemberian seragam gratis, makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta berbagai program sosial lainnya.

Gubernur menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah, dan program pendidikan gratis ini merupakan langkah awal yang strategis.

Lebih lanjut, Rudy Mas'ud mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp500 miliar untuk mendukung program pendidikan gratis ini.


"Insya Allah, pendidikan di Kaltim akan benar-benar gratis pada tahun ini," tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya Pemprov telah menyediakan program beasiswa dengan anggaran mencapai triliunan rupiah dalam kurun waktu lima tahun.

Namun, program tersebut belum dapat diakses oleh seluruh siswa akibat berbagai persyaratan yang cukup ketat.

Dengan adanya program pendidikan gratis yang baru ini, diharapkan seluruh anak di Kaltim dapat memperoleh pendidikan yang layak, minimal selama 16 tahun, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Gubernur Rudy Mas'ud juga menyoroti bahwa rata-rata lama sekolah masyarakat Kaltim masih di bawah 10 tahun, sedangkan rata-rata nasional hanya sekitar sembilan tahun.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan gratis hingga jenjang doktoral (S3) untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, serta agar Kaltim dapat bersaing dengan daerah lain yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih pesat.

"Kita harus segera bertransformasi dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia," tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan para siswa dari SMA Negeri 3 Samarinda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai mekanisme dan jadwal pelaksanaan program pendidikan gratis di Kaltim.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar