BorneoFlash.com, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, memimpin apel perdana di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, pada Senin (24/2/2025).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kaltim ini menjadi momen pertama Seno Aji dalam menjalankan tugasnya setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Dalam amanatnya, Seno Aji menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan pasca-pemilihan kepala daerah.
Ia mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk bersinergi demi kemajuan Kaltim serta menjadikannya sebagai daerah percontohan bagi provinsi lain di Indonesia.
"Dinamika politik yang terjadi sejak masa kampanye hingga putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan kemenangan kami kini telah berakhir. Saatnya kita bersatu dan bekerja sama demi pembangunan Kalimantan Timur," ujarnya.
Seno Aji juga menyoroti posisi strategis Kaltim sebagai pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menegaskan bahwa pembangunan di provinsi ini harus selaras dengan visi nasional guna mewujudkan Kaltim sebagai daerah maju dan berdaya saing tinggi.
Sebagai pemimpin baru, ia bersama Gubernur Rudy Mas’ud, yang saat ini sedang menjalani kegiatan retret di Magelang, mengharapkan dukungan penuh dari jajaran Sekretariat Daerah dalam merealisasikan program-program yang telah dijanjikan.
"Kami telah merancang 16 program unggulan yang harus segera diwujudkan. Untuk itu, kami mengharapkan sinergi dari seluruh aparatur pemerintahan agar program ini berjalan sesuai harapan masyarakat," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Seno Aji turut menanggapi maraknya perbincangan terkait tagar "Indonesia Gelap" yang ramai di media sosial.
Seno menegaskan bahwa narasi negatif tersebut tidak relevan bagi Kaltim, mengingat pemerintah provinsi berkomitmen untuk menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
"Semua anak di Kaltim berhak mendapatkan pendidikan secara gratis. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, saya mengajak generasi muda untuk membangun narasi positif dengan mengusung tagar 'Kaltim Bersinar'," tegasnya.
Lebih lanjut, Seno Aji menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang telah diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak pada sektor pendidikan dan mahasiswa, melainkan lebih difokuskan pada pengurangan anggaran perjalanan dinas.
"Kami akan mengurangi frekuensi perjalanan dinas hingga 50 persen. Jika sebelumnya perjalanan dinas dilakukan setiap pekan, kini akan dibatasi menjadi dua pekan sekali. Selain itu, rapat yang sebelumnya kerap dilaksanakan di hotel akan dialihkan ke kantor perwakilan di Jakarta," jelasnya.
Dana yang berhasil dihemat dari efisiensi perjalanan dinas tersebut, lanjutnya, akan dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Insentif bagi para guru dan pegawai negeri akan dikaji ulang, serta perbaikan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan akan diprioritaskan.
"Kami ingin memastikan bahwa generasi muda Kaltim memiliki masa depan yang cerah. Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama," tambahnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan bahwa di bawah kepemimpinannya, ritme kerja di lingkungan pemerintahan mungkin akan berbeda dari sebelumnya.
Ia menargetkan Kaltim mencapai status sebagai "Provinsi Emas" pada tahun 2030, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
"Kita harus bekerja lebih cepat agar target Kaltim Emas 2030 dapat tercapai. Saya yakin dengan kapasitas dan dedikasi para aparatur sipil negara di lingkungan Sekretariat Daerah," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Seno Aji menyampaikan permohonan maaf apabila dirinya belum mengenal seluruh pegawai secara pribadi.
Lebih lanjut, Seno menegaskan bahwa kurangnya interaksi bukanlah bentuk kesombongan, melainkan sesuatu yang akan terus ia perbaiki kedepannya.
"Saya berharap dapat membangun komunikasi yang lebih erat dengan seluruh jajaran agar kerja sama kita semakin solid di masa mendatang," tutupnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar