BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya agar seluruh guru honorer di wilayahnya dapat diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).
“Saya telah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat agar para guru honorer bisa diangkat menjadi ASN, dan jumlahnya terus meningkat seiring waktu,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik.
Menurut Akmal Malik, guru memiliki peran krusial dalam membentuk masa depan daerah.
Oleh karena itu, kesejahteraan serta kepastian karier mereka menjadi hal yang harus diperjuangkan.
“Dalam tradisi Jawa, guru dianggap memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan menjadi faktor penentu keberhasilan. Masa depan daerah ini sangat bergantung pada peran guru,” ujarnya.
Akmal Malik menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Ia berharap, dengan status ASN, para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya dalam mencerdaskan generasi muda Kaltim.
“Akan sangat disayangkan jika pemerintah daerah tidak berupaya mendorong para guru untuk menjadi ASN,” tegasnya.
Selain itu, Akmal Malik juga mengapresiasi dedikasi para guru di Kalimantan Timur yang telah mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak bangsa.
Ia berharap semangat para pendidik tetap terjaga demi kemajuan pendidikan di daerah tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran guru dan tenaga kependidikan dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sangat penting dalam mencetak generasi unggul di berbagai bidang guna menghadapi tantangan masa depan.
“Saya merasa bangga dan bersyukur dapat bertatap muka langsung dengan para tenaga pendidik yang merupakan bagian dari ASN. Saya lebih suka menyebut mereka sebagai ASN, bukan sekadar PPPK, karena pada dasarnya PPPK juga merupakan bagian dari ASN,” jelasnya.
Akmal Malik memahami ketidaknyamanan jika status kepegawaian tidak jelas dan berada dalam ketidakpastian.
“Oleh karena itu, kami mengajukan 9.456 formasi untuk berbagai sektor, yang terdiri atas 261 calon pegawai negeri sipil (CPNS), 2.649 tenaga guru, 1.255 tenaga kesehatan, serta 5.291 tenaga teknis,” ungkapnya.
Ia pun bersyukur karena formasi tersebut telah mendapatkan kuota dan disetujui oleh pemerintah pusat.
Khusus untuk tenaga guru, dari total 2.649 formasi yang diajukan, telah terpenuhi sebanyak 1.400.
“Masih terdapat lebih dari seribu kuota yang belum terpenuhi, dan kami berharap bisa dipenuhi pada tahap kedua seleksi PPPK, terutama untuk tenaga pendidik,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar