Dishub Kota Balikpapan

Tahun 2025, Dishub Balikpapan Lanjutkan Tiga Program Prioritas

lihat foto
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan ditahun 2025 terus melanjutkan program prioritas Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, yakni Balikpapan Terang, Penyediaan Sarana dan Prasarana yang Berkeselamatan dan Sistem Transportasi Interkoneksi Antar Wilayah.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra mengakui bahwa pada program Balikpapan Terang masih banyak wilayah yang belum tersentuh, karena ada beberapa wilayah yang awalnya tanah kaplingan menjadi pemukiman dan yang mana jalan besar menjadi jalan lingkungan.

"Hanya saja yang tahun 2025,

Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (

PJUTS) sehingga bisa langsung dipasang di lingkungan RT yang membutuhkan. Kemungkinan nanti setiap RT ada dua PJUTS yang akan diberikan bantuan penerangan," jelasnya kepada media, Selasa (6/1/2025).

Adward Skenda Putra kerap disapa Edo mengatakan untuk penyediaan sarana dan prasarana ditahun 2025 akan membuat Detail Engineering Design (DED) untuk terminal dan juga merevisi pelabuhan speed di kampung baru tengah.

"Mudah-mudahan tahun 2026 ada anggaran dari pemerintah provinsi atau pusat untuk pembangunannya," katanya.


Untuk interkoneksi antar wilayah di Kota Balikpapan tetap memprioritaskan Sarana Umum Massal (SAUM) Balikpapan City Trans (BCT) dan mendorong adanya feeder di lingkungan.

"Persoalan kita kemarin dari hasil evaluasi masih banyak angkutan kota yang belum mau menjadi feeder di trayek yang kita siapkan. Kalau sampai ditahun ini kita tidak mendapatkan angkutan kota yang menjadi feeder maka akan kita serahkan ke pihak swasta untuk melakukan pengelolaan itu," terang Edo

Yang mana penentuan tarif ditentukan Dishub Balikpapan atau nanti sama sifatnya seperti BCT dengan sistem Buy The Service. Namun, standar kendaraan seperti Hice sama halnya yang diterapkan di Kota Surabaya yakni wira wiri. "Mungkin kita bisa terapkan di wilayah kita," ungkapnya.

Apabila angkutan kota belum mau menjadi feeder maka nantinya kedepan angkutan kota akan bersaing dengan transportasi online bukan BCT. Pasalnya, koridor BCT telah ditentukan sedangkan transportasi online dari rumah ke rumah.

"Kita sudah ingatkan mereka akan kalah bersaing tapi bukan dengan BCT tapi transportasi online," jelasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar