Penyambutan Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha sebagai Pangdam VI/Mulawarman, di Kodam VI/Mulawarman, pada hari Selasa (2/1/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha resmi menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman setelah serah terima jabatan di Jakarta pada Senin, 30 Desember 2024.
Rudy menerima pasukan di Kodam VI/Mulawarman dan menyampaikan berbagai tantangan yang akan dihadapinya. Pada hari Selasa (2/1/2025).
Menurut Rudy, Kodam VI/Mulawarman memiliki wilayah yang sangat luas, mencakup tiga provinsi, yang menjadikannya unik dan menantang. Salah satu prioritas utamanya adalah masalah perbatasan yang menyangkut kedaulatan negara.
Selain itu, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang sedang berlangsung juga menjadi fokus perhatian, begitu pula dengan persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutlah) yang sering terjadi pada musim tertentu.
Rudy menyatakan bahwa dalam mengatasi masalah Kahutlah, upaya pencegahan dan penanganan sejak dini sangat penting untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Ia juga menekankan bahwa dirinya akan melanjutkan dan meningkatkan program yang telah dilaksanakan oleh Letjen TNI Tri Budi Utomo, yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.
Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha sebagai Pangdam VI/Mulawarman. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
"Siapapun yang memimpin Kodam VI/Mulawarman, kami hanya melaksanakan tugas dan amanah yang sudah digariskan oleh Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Darat. Semua visi dan misi sudah jelas, kami hanya mengeksekusi," jelas Rudy.
Rudy juga mengungkapkan rasa terima kasih dan keberuntungannya bisa menggantikan Letjen Tri Budi Utomo, karena banyak kemajuan yang telah dicapai oleh Kodam VI/Mulawarman selama 2,5 tahun terakhir. "Saya harapkan dukungan dan doa dari seluruh pihak dalam menjalankan tugasnya di Kodam VI/Mulawarman," katanya.Sementara itu, Letjen TNI Tri Budi Utomo, yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI), berbagi kesan-kesan selama 2 tahun 5 bulan menjabat sebagai Pangdam VI/Mulawarman.
"Selama menjabat, banyak kesan yang saya dapatkan. Yang pertama adalah dukungan luar biasa dari seluruh prajurit yang ada, yang dengan setia mendukung tugas pokok yang diberikan kepada Kodam VI/Mulawarman," kata Letjen TNI Tri Budi Utomo.
Salah satu pengalaman yang tak terlupakan adalah penanganan bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, yang membutuhkan kerja keras bersama. "Kami bekerja keras membuat saluran air dengan menghubungkan sungai untuk mengatasi kebakaran hutan," terangnya.
Selain itu, penanganan banjir di Kutai Barat dan Mahulu juga menjadi momen penting, di mana pihaknya hadir untuk membantu korban dan disambut baik oleh masyarakat. Letjen TNI Tri Budi Utomo juga menyoroti upaya penanggulangan peredaran narkoba dan penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan. "Kami bersama Bea Cukai berhasil menangkap beberapa bandar narkoba dan barang ilegal yang mencoba memasuki atau keluar dari wilayah kita," ungkapnya.
Selain itu, ia juga terlibat dalam menjaga stabilitas keamanan selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan berkolaborasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Keberhasilan lainnya adalah keterlibatannya dalam mendukung pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur, dari mulai groundbreaking hingga peresmian oleh Presiden Joko Widodo.
Namun, Letjen TNI Tri Budi Utomo juga menyadari ada beberapa tugas yang belum sepenuhnya selesai, seperti masalah perbatasan yang memerlukan perhatian lebih, karena ada 500 patok yang belum diperbaiki atau rusak dari 7.500 patok yang ada. "Pemerintah pusat dapat memberi perhatian lebih terhadap kedaulatan di perbatasan, terutama terkait penggantian patok-patok yang rusak," sebutnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada prajurit-prajurit terbaik di Kodam VI/Mulawarman yang telah membantu dirinya dalam menjalankan tugas dengan baik.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar