Berita Kaltim Terkini

TAFISA Leadership Workshop Resmi Dibuka, KORMI Usung Tema Effective Leadership in Sport for All

lihat foto
TAFISA Leadership Workshop di Platinum Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (8/10/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
TAFISA Leadership Workshop di Platinum Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (8/10/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Sukses melaksanakan The Association For International Sport for All (TAFISA) Southeast Asian Forum (TSAF) Tahun 2024, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional menggelar TAFISA Leadership Workshop.

TAFISA Leadership Workshop resmi dibuka Ketua Umum KORMI Nasional, Hayono Isman, di Platinum Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (8/10/2024).

Workshop yang mengusung tema Effective Leadership in Sport for all, diikuti KORMI seluruh Indonesia dan Induk Olahraga (Indorga) KORMI. Bertindak sebagai narasumber adalah TAFISA.

Ketua Umum KORMI Nasional, Hayono Isman mengatakan bahwa kegiatan ini akan memberikan berbagai informasi tentang olahraga masyarakat ke depan.

"Alhamdulillah, olahraga masyarakat sekian jauh berjalan di tahun 2022 sampai dengan tahun 2024, telah mendapatkan penguatan dari negara dalam bentuk DBON Perpres tahun 2021, penguatan dalam undang-undang nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan," jelasnya.

Tak hanya itu, penguatan juga di Bappenas untuk pertama kalinya nomenklatur olahraga masyarakat tercantum dalam RPJMN Tahun 2025- 2029.

Ketua Umum KORMI Nasional, Hayono Isman membuka TAFISA Leadership Workshop di Platinum Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (8/10/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Ketua Umum KORMI Nasional, Hayono Isman membuka TAFISA Leadership Workshop di Platinum Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (8/10/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

"Mudah-mudahan nama KORMI tercantum dalam peraturan pemerintah dalam undang-undang nomor 11 Tahun 2022, tentang olahraga. Bagi KORMI jelas tugas kita dari daerah sampai dengan nasional adalah menjalankan tugas history dan juga tugas konstitusi," kata Hayono.

KORMI dilahirkan oleh induk olahraga di tahun 2020, sebagai wadah berhimpun dari induk olahraga. Tugas konstitusi sesuai AD ART KORMI bahwa KORMI di setiap tingkatan berkewajiban membimbing dan memperkuat induk-induk olahraga yang berhimpunan. "Jadi itulah tugas KORMI," ucapnya.


Lebih lanjut Hayono mengatakan inorga bagiKORMI adalah ujung tombaknya olahraga masyarakat, bukan KORMI. KORMI adalah wadah berhimpun untuk membantu inorga memperkuat dirinya. Oleh karena itu, Inorga diharapkan dari waktu ke waktu semakin baik, dari saat ke saat manajemen semakin meningkat.

Sebagai ujung tombak, inorga harus bisa sampai ke tingkat desa,memanfaatkan moment The Association For International Sport for All (TAFISA) World Walking Day, TAFISA Southeast Asian Forum (TSAF) untuk menambah wawasan secara internasional dan berdampak lokal sampai ke desa.

"Nanti kita akan menerima masukan dari TAFISA yang akan memberikan wawasan dan memahami bagaimana pentingnya olahraga masyarakat dengan penguatan-penguatan secara legalitas dari negara, kita berbenah diri memperkuat manajemen organisasi. Kenapa itu perlu, karena kita punya obsesi yang namanya Indonesia maju 2045," terangnya.

Ketika membicarakan Indonesia maju, maka tidak bisa hanya bergantung kepada Sumber Daya Alam (SDA), karena banyak negara di dunia maju bukan karena SDA yang unggul tetapi SDM yang unggul. "Kita harus menjadi SDM unggul, karena tanpa itu percayalah indonesia maju tidak terwujud," ungkapnya.

Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora, Suyadi Prawiro, mengapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada KORMI Nasional yang telah mengadakan tiga event secara berangkai.

TAFISA Leadership Workshop di Platinum Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (8/10/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
TAFISA Leadership Workshop di Platinum Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (8/10/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Suyadi mengatakan bahwa Indonesia memimpikan, mengarah dengan tujuan Indonesia emas atau Indonesia sehat 2045.

"Tidak lama lagi kita akan sampai di 2045 dan kita masih menghadapi sedemikian banyak isu persoalan yang tentu saja kita tidak bisa selesaikan sendirian, nggak ada pemerintah yang bisa menyelesaikan sendiri, baik pemerintah pusat, daerah dan kabupaten kota atau siapapun, harus dilakukan dikerjakan secara kolaboratif," jelasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar