“Kita selalu menjadi garda terdepan dalam informasi mengenai kilang. Selain pelatihan pemadaman api skala kecil, kita juga akan ada pelatihan evakuasi. Kita selalu rencanakan dan bekerja sama untuk adanya program kerja Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ujar Imam.
Peserta juga mendapat paparan materi awal mengenai pengenalan SPAB oleh BPBD dan emergency kilang oleh Fungsi HSSE PT KPI Unit Balikpapan bagian Emergency & Insurance. Kemudian dilakukan simulasi evakuasi yang dibimbing langsung oleh KSB tiap Kelurahan. Simulasi dilakukan selama 30 menit, dengan 15 menit persiapan untuk mengarahkan tenaga pendidik di posisi masing-masing.
Pelatihan pemadaman api skala kecil disampaikan Fungsi HSSE PT KPI Unit Balikpapan. Pada kesempatan ini, PT KPI Unit Balikpapan secara simbolis menyerahkan bantuan alat keselamatan berupa Life buoy dan kentongan kepada SMP Negeri 25 Balikpapan, SD Negeri 004 Balikpapan serta RT yang ada di Kelurahan Baru Tengah dan Margasari.
SPAB sudah berjalan di beberapa sekolah yang bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan. PT KPI Unit Balikpapan memberikan dukungan untuk SPAB dengan nama MASJAKA, yaitu Masyarakat Jaga Kilang.
Perwakilan BPBD menekankan bahwa mereka akan siap siaga dalam kondisi darurat serta mengharapkan masyarakat untuk sigap menghubungi pihak BPBD ketika terjadi bencana. Hal tersebut juga diperkuat dengan kajian dari Dinas Sosial Kota Balikpapan mengenai penanggulangan bencana.
“Kampung Siaga Bencana merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang ada di bawah Dinas Sosial. Dinas Sosial sendiri banyak terlibat dalam penanggulangan pasca bencana, seperti pengungsian, sandang, pangan dan papannya. Saya berterima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” terang Teguh.
Menurut narasumber pelatihan dari PT KPI Unit Balikpapan Fungsi HSSE bagian Emergency & Insurance, Annas Bachtiar pelatihan ini merupakan bentuk tanggung jawab PT KPI Unit Balikpapan terhadap masyarakat di area sekitar kilang untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.
“Kami Pertamina merasa bertanggung jawab untuk area sekitar. Cara meminimalisir dampak tentunya perlu sosialisasi. Nanti kita akan praktik menggunakan APAR dan memberitahu kepada adik-adik gambaran mengenai kilang itu seperti apa. Masyarakat di sekitar harus aman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Annas.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan Dodi Yapsenang, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat yang telah berkontribusi.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam kegiatan ini, terutama rekan-rekan KSB Baru Tengah dan Margasari. Komitmen bersama kita bangun untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di masyarakat dari berbagai lapisan hingga ke tenaga pendidik melalui kegiatan Masyarakat Jaga Kilang ini mendukung SPAB yang ada di Kota Balikpapan,” tambah Dodi.
PT KPI Unit Balikpapan berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. PT KPI Unit Balikpapan juga berharap agar dapat terus berkontribusi pada penanggulangan bencana di masyarakat sekitar lokasi kilang. (*)






