Berita Kota Balikpapan

AGRI Ngobrol Bareng, Dorong UMKM Kota Balikpapan Naik Kelas

lihat foto
AGRI Ngobrol Bareng Bersama UMKM Kota Balikpapan, di Golden Tulip Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (26/9/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
AGRI Ngobrol Bareng Bersama UMKM Kota Balikpapan, di Golden Tulip Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (26/9/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Terus berkomitmen mendukung Program Pemerintah dalam upaya mendorong percepatan

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (

UMKM) Naik Kelas.

Salah satu kegiatan rutin Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dengan mengunjungi para penggiat UMKM Industri Makanan Minuman (Mamin) di Kota Balikpapan.

Dalam rangka melakukan promosi dan edukasi terkait manfaat dan nilai tambah yang dihasilkan dengan menggunakan bahan baku gula rafinasi dalam produk makanan dan minuman.

"Kegiatan ini, AGRI tidak hanya melakukan kunjungan kerja ke beberapa Industri Mamin skala UMKM yang tersebar di Kota Balikpapan," jelas Gloria Guida Manalu selaku Direktur Eksekutif AGRI, dalam kegiatan Ngobrol Bareng UMKM di Golden Tulip Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (26/9/2023).

AGRI Ngobrol Bareng Bersama UMKM Kota Balikpapan, di Golden Tulip Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (26/9/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
AGRI Ngobrol Bareng Bersama UMKM Kota Balikpapan, di Golden Tulip Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (26/9/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Kesempatan ini dimanfaatkan untuk melakukan diskusi dengan para pelaku UMKM beserta Kementerian/Lembaga terkait.

"Program AGRI NGOBROL BARENG merupakan kegiatan yang rutin dilakukan dan sudah dilakukan sebelumnya di beberapa kota di Indonesia sejak tahun 2021," ujar Gloria.


AGRI merupakan suatu wadah yang berisikan Para Pengusaha Produsen Gula Rafinasi di Indonesia sebagai suatu bentuk Forum Komunikasi, Edukasi dan Informasi serta Promosi tentang produksi Gula Rafinasi bagi Industri Nasional.

Balikpapan selain terkenal dengan panganan hasil lautnya, industri pengolahan makanan dan minuman yang manis juga banyak dihasilkan dari daerah tersebut seperti Pia, Bingka, Mantau dan lain-lain.

Menjadi hal yang perlu mendapat perhatian ketika Balikpapan sampai saat ini belum mempunyai Koperasi Penyalur GKR, yang dapat menyalurkan GKR bagi UMKM di daerah tersebut. Tentunya alasan tersebut menjadi pertimbangan kuat bagi AGRI untuk melihat secara langsung di lapangan, bagaimana UMKM di Balikpapan selama ini berproduksi.

"Kita penasaran apa benar makanan dan minuman manis di Balikpapan belum menggunakan GKR? Kalau memang iya, karena apa dan apa kendalanya? Kemarin dan hari ini total kita mengunjungi 6 UMKM pelaku industri makanan dan minuman. Semuanya belum ada yang menggunakan gula rafinasi sebagai bahan baku produksi mereka. Tentunya kunjungan kita kali ini akan mengidentifikasi kondisi di lapangan serta melakukan “problem shopping” untuk nantinya kita bisa upayakan solusi terhadap kondisi yang ada bersama-sama dengan pihak terkait," tandas Gloria penuh semangat.

Dengan penggunaan bahan baku yang berkualitas tinggi dan harga yang bersaing, para Industri Mamin diharapkan dapat semakin berpotensi mendapatkan hasil produk yang optimal. Dengan produk yang semakin baik, maka akan mendatangkan peluang yang lebih baik juga pastinya. Imbuh Diskoperin.

AGRI Ngobrol Bareng UMKM Kota Balikpapan, di Golden Tulip Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (26/9/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
AGRI Ngobrol Bareng UMKM Kota Balikpapan, di Golden Tulip Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (26/9/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Sementara itu, Wakil Ketua AGRI, Supriadi saat sambutan mengatakan selama kurun waktu hampir 19 tahun AGRI senantiasa mendukung UMKM khususnya industri makanan dan minuman, dalam hal memenuhi kebutuhan gula kristal rafinasinya dengan harapan dapat meningkatkan standar mutu produk UMKM dengan penggunaan gula kristal rafinasi sebagai bahan bakunya.

Diskusi ini menjadi wadah AGRI, sebagai asosiasi dalam hal ini berperan sebagai mitra pemerintah untuk melakukan sosialisasi kebijakan dan peraturan baru sekaligus berdiskusi dengan seluruh peserta tentang tantangan-tantangan yang dihadapi.


Koordinator Kemitraan, Promosi dan Edukasi AGRI, Achsan menyampaikan jika sengaja mengajak seluruh pihak yang terlibat selain dari Pemerintahan/Lembaga juga dari UMKM itu sendiri.

"Dalam proses produksi mereka, tentunya memerlukan gula sebagai bahan baku utama maupun pendukung. Kami ingin mendengar secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan saat ini, baik dari para pelaku usaha industri mamin maupun dari para pemegang regulasi, supaya informasi yang kami dapatkan dapat berimbang,” terangnya.

Adapun UMKM yang dikunjungi selama 2 hari pada kegiatan tersebut bervariasi mulai dari makanan dan minuman tradisional sampai pada kue-kue penganan yang kekinian yaitu Fajar Bakery, Wedang Dayak, Dapur Rabbani, Gulung Jenebora, Cakesalakilo dan Risky Sirup Banjar.

Semua UMKM baik UMKM yang dikunjungi maupun UMKM yang hadir pada acara “AGRI NGOBROL BARENG” berharap dapat merasakan manfaat dari GKR, agar UMKM di Balikpapan juga bisa semakin berdaya saing dan berkembang, sehingga harapannya dapat naik kelas dari industri mikro menjadi industri kecil dan selanjutnya naik menjadi industri menengah bahkan besar.

Tentunya ada banyak pekerjaan rumah yang harus dipikirkan bersama-sama tidak hanya bagi AGRI juga dengan kementerian atau lembaga yang berkaitan. Berharap dalam waktu dekat dapat diidentifikasi bersama solusi tercepat dan terbaik bagi UMKM Kota Balikpapan,

Para penggiat UMKM Industri Makanan Minuman (Mamin) di Kota Balikpapan. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Para penggiat UMKM Industri Makanan Minuman (Mamin) di Kota Balikpapan. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Kegiatan AGRI NGOBROL BARENG dihadiri beberapa Instansi terkait diantaranya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan, Loka POM di Kota Balikpapan, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda.

Selain dari Instansi tersebut, AGRI juga mengundang sekitar 25 UMKM Industri Mamin di Kota Balikpapan.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar