Dio biasa kerap disapa menargetkan Kota Balikpapan bisa mendapatkan penghargaan Swasti Saba yang tertinggi yakni Swasti Saba Wistara. Meskipun, Kota Balikpapan pernah mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2019 dan semenjak itu vakum karena adanya Pandemi Covid-19.
Ada sembilan indikator yang akan dinilai diantaranya sehat mandiri. Jadi disini pihaknya menampilkan bahwa di Balikpapan sudah ada Peraturan Wali Kota penyelenggaraan Kota Sehat dalam era adaptasi kebiasaan baru. Termasuk, indikator perumahan pemukiman dan lingkungan hidup, yang memiliki penilaian bobot terbesar hampir 80 persen.
"Bagaimana rumah sehat, memiliki jamban dan kelurahan ini sudah ter deklarasi bebas buang air besar. Bagaimana pengelolaan sampah, bagaimana dengan air sehat, bagaimana pengelolaan limbah. Itu semua ada tatanan dua yang kita tampilkan.Kemudian tatanan pendidikan, bagaimana prestasi Adiwiyata dan UKS," paparnya.
Tak hanya itu, tatanan pasar, tatanan rumah ibadah, kemampuan tanggap bencana menjadi bagian dari penilaian. Memang, indikator penilaian Kota Sehat luas, sehingga seluruh lintas sektor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terlibat.
"Kami berharap semua OPD dan lintas sektoral saling mendukung dan mempertahankan di tahap kedua ini, agar bisa lolos pada tahap ketiga. Nantinya tahap ketiga tim penilai akan datang untuk melihat kondisi lapangan," ucapnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar