"Karena mereka ini setiap kali cekcok, korban selalu minta cerai. Pelaku emosi dan saat menyiram-nyiram bensin itulah mengenai korban," katanya.
"Sebenarnya kan bukan suami bakar istri karena dia sampaikan gak ada niat membakar. Dia cuma mau nakut-nakutin aja supaya gak pergi. Tapi karena dalam keadaan emosi akhirnya terjadi," ucapnya.
Saat ini korban masih mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat luka bakar yang dideritanya. Korban sudah sadarkan diri dan kondisinya sudah sedikit lebih baik.
Diberitakan sebelumnya, Pujiono tega membakar istri dan anaknya. Pujiono awalnya terlibat cekcok dengan sang istri setelah keinginannya untuk menjual rumah ditolak.
Insiden ini terjadi di Jalan Gerbang Dayaku, Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kukar pada Rabu (12/7) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, istri Pujiono baru saja datang di rumah.
"Istrinya ini baru pulang dari rumah. Setelah itu ributlah karena istrinya ini tetap tidak mau menjual rumah," kata Kapolsek Tenggarang AKP Purwo Asmadi, Kamis (13/7).
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar