BorneoFlash.com, SENDAWAR – Sebagai upaya menurunkan tiga penyakit menular AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) di Kutai Barat (Kubar). Dinas kesehatan Kubar melakukan pertemuan kemitraan untuk program penanggulangan ATM bekerjasama dengan Dinas Provinsi Kaltim, yang diselenggarakan di ruang pertemuan Kantor Balitbangda lantai II yang diikuti peserta secara langsung maupun Zoom Meeting, Selasa (4/7/2023).
Bupati FX Yapan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan dr Ritawati Sinaga M Si menuturkan, Indonesia saat ini masih dihadapkan tantangan tinggi penyakit ATM. Tidak hanya menjadi beban bagi negara tetapi penyakit tersebut juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kubar. Turut hadir Sekretaris DPMK, Sekretaris Dinkes Kubar, Kepala Bidang di Balitbangda, serta peserta program penanggulangan ATM.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sangat mendukung program yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) yang menjadikan Kutai Barat menjadi lokus program penanggulangan ATM.
Oleh sebab itu secara khusus bupati menyampaikan pesan dan harapan serta yang harus menjadi perhatian bersama saat ini adalah pemahaman dan kesadaran masyarakat yang masih rendah mengenai ketiga penyakit AIDS-Malaria dan Tuberkulosis tentunya.
Menyikapi hal tersebut maka kita harus tekun dan telaten memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penyakit ini berdampak negatif.
Mari kita jeli melihat perkembangan zaman, seperti maraknya penggunaan medsos yang mana jika dimanfaatkan dengan bijaksana maka justru akan mempermudah masyarakat memperoleh informasi yang berkaitan dengan ketiga hal tersebut dan terlebih beri pemahaman serta kesadaran bahwa masyarakat janganlah malu bertanya kepada pihak kesehatan jika terlihat ada ciri anggota keluarga khususnya yang mengarah pada gejala-gejala dari ketiga penyakit ini.
Ada baiknya untuk mencari tahu bagaimana pencegahannya atau bagaimana penanganan yang tepat. Saya percaya jika kita semua lebih peka dan peduli akan sesama maka peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kutai Barat akan tercapai.
Bupati juga berpesan kepada Pejabat Daerah terkait, Camat, Rumah Sakit, Puskesmas, Lurah, Petinggi, Tim Penggerak PKK dan seluruh stakeholder terkait, kiranya jalinan sinergitas dengan ADINKES dapat semakin ditingkatkan sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar nantinya.
Dengan semakin proaktif seluruh pihak terlibat langsung menanggulangi ragam permasalahan bahkan ikut serta mencari solusi penanganannya maka saya yakin ketiga penyakit ini dapat kita tanggulangi cegah dampak buruknya.
Sebelum menutup sambutannya, bupati tak jemu-jemunya mengingatkan agar seluruh peserta pertemuan yang mengikuti baik secara during dan luring kiranya dapat mendengarkan paparan materi dengan seksama.
Gali dan serap informasi secara optimal kemudian bagikan kepada lingkungan sekitar sehingga hal tersebut berkesinambungan agar masyarakat juga dapat dapat secara sadar dan aktif mensukseskan program ini nantinya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar