"Kami membangun bendungan sepaku semoi yang di PPU untuk pelayanan IKN, nanti sekitar 100 liter per detik akan kita alirkan ke Balikpapan," katanya.
Sejauh ini, progres bendungan sepaku semoi sudah berjalan 97 persen. Saat ini sedang pengisian air dan selanjutnya akan membangun instalasi pelayanan IKN dan Balikpapan.
Pembangunan instalasi tersebut untuk mengolah air agar menjadi bersih dan berkualitas nantinya baru dikirim kepada pelayanan masyarakat IKN dan Balikpapan. Kalau sudah diolah, air sudah bisa di minum dan baru nanti dikelola oleh PDAM yang akan dialirkan ke masyarakat. "Sesuai dengan kebutuhan, masyarakat nanti membayar dengan tarif," imbuhnya.
Tahun 2024 baru dimulai pengerjaan ini. Sebenarnya sebagian sudah dibantu tahun 2016 dan juga tahun 2018 tetapi kebutuhan masih banyak sehingga bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Kota Se Kalimantan Timur, salah satunya Kota Balikpapan. Setidaknya kekurangan air di Balikpapan bisa dijawab dengan beberapa sinergi kegiatan pemerintah pusat, provinsi dan kota. "Mudah-mudahan nanti kita bisa menjawab segala tantangan yang ada di Kota Balikpapan," terangnya.
Pihaknya menuturkan bahwa sebenarnya sudah mempunyai konsep untuk Balikpapan dalam mengubah air laut dengan desalinasi, akan tetapi pembiayaan mahal. "Kita khawatir pemerintah kota sulit untuk pemeliharaan atau akhirnya masyarakat dikenakan harga yang cukup tinggi," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud mengatakan jika Kementerian PUPR sudah banyak membantu Kota Balikpapan, salah satunya infrastruktur. Apalagi dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berdampak pada Kota Balikpapan. Untuk itu, Kementerian PUPR siap mendukung untuk Kota Balikpapan.
Kerja sama yang terjalin lebih pada pengadaan air minum, dan rencananya tahun 2024 penyaluran air minum bisa didistribusikan ke Kota Balikpapan dari bendungan sepaku semoi. "Kita bersyukur," ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar