Ketua kelompok tani Bina Usaha Muda Ketut Harianto dalam sambutannya mengungkapkan manfaat kegiatan ini bagi kelompoknya, "Terima kasih atas perhatiannya dari PT KPI RU V Balikpapan, pada kesempatan ini kami diberikan pelatihan untuk membuat pestisida nabati dan biosaka.
Pelatihan ini memberikan kami ilmu dan pengalaman yang baru karena harapannya kami bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Terlebih itu harga pestisida dan pupuk subsidi sudah mulai terbatas sehingga kami kesulitan untuk mendapatkannya. Kami bersyukur lewat pelatihan ini kami bisa mengolah sendiri pestisida dan pupuk yang alami serta tentunya akan bermanfaat bagi tanaman kami," kata Ketut.
Saat dimintai keterangan di tempat terpisah, Area Manager Comm, Rel & CSR PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Perangin Angin menjelaskan Program Kenari sebagai program untuk meningkatkan ketahanan pangan, "Program Kenari ini merupakan kelompok binaan baru yang berada di Desa Giri Mukti yang bergerak dalam budidaya tanaman holtikultura.
Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dan Pupuk Biosaka diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani untuk menggunakan pestisida organik serta dapat menekan biaya pembelian pestisida kimia. Program ini tentunya lahir dengan tujuan untuk dapat meningkatkan ketahanan pangan khususnya di Desa Giri Mukti,” kata Chandra.
Chandra juga menjelaskan program Kenari melalui pelatihan ini membantu masyarakat agar tidak bergantung pada pupuk kimia, “Program Kenari memanfaatan lahan tidak produktif menjadi demplot tanaman hortikultura. Demplot tanaman kemudian dikelola oleh kelompok tani Bina Usaha Muda untuk membudidayakan tanaman hortikultura.
Pelatihan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas anggota kelompok sebagai mitra binaan PT KPI Unit Balikpapan. Dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk ini dapat membantu warga untuk menciptakan pupuk organik mereka sendiri dan mulai mengurangi ketergantungan mereka terhadap pemakaian pupuk kimia,” tutup Chandra.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar