Untuk meningkatkan kinerjanya dapat berfungsi secara independen atau diintegrasikan dengan inovasi DOCTOR, yang berfungsi untuk menahan dan mengumpulkan minyak layer atas dari fludia yang tersebar pada pit,” ungkap Hendra.
Kedua inovasi ini berhasil melakukan penghematan energi sebesar 122.03 GJ/tahun atau setara dengan 0.0024% dari total konsumsi energi PHKT tahun 2021, reduksi emisi sebesar 11.68 ton CO2eq/tahun, menurunkan kandungan air (BS&W) pada oil recovery dari 21.5% menjadi 0.40%, dan menurunkan rata-rata konsentrasi TPH (Total Petroleum Hydrocarbon) dari 191.5 ppm menjadi 181.3 ppm serta penghematan konsumsi fuel sebesar 3.895 L/tahun dari penggunaan Vacuum Truck.
“Selain itu inovasi ini juga telah direplikasi dalam pelatihan penanganan kejadian minyak tumpah di laut melalui program CSR Tanggap Kebencanaan Tahun 2022 yaitu SWASTAMITA (Swadaya Masyarakat Tangani Minyak Tumpah) oleh para relawan di kecamatan Marangkayu, Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU),” pungkas Hendra.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal ESDM Rida Mulyana menyampaikan harapannya bahwa prestasi yang sudah dicapai agar terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Mari tingkatkan upaya-upaya efisiensi energi yang sudah dilakukan, dipromosikan, dan direplikasikan oleh industri sejenis dan pemilik bangunan gedung serta instansi pemerintah lainnya,” jelas Rida. (*)






