"Tapi hal ini tidak berpengaruh terhadap kami, baik angkatan darat maupun seluruh angkatan yang berada di Kota Balikpapan. Kita semua solid dan kita semua bersatu satu komando tegak lurus tidak ada persoalan, tentang pertanyaan dari Komisi I yang menyudutkan kita sebagai organisasi gerombolan. Kami semua menolak itu. Kita organisasi TNI adalah organisasi yang profesional, organisasi yang disusun tegak lurus," jelasnya.
Kolonel Inf Faisal Rizal mengungkapkan untuk menjadi seorang TNI harus melalui rekrutmen yang sesuai dengan aturan TNI. "Itu tidak menjadi kewenangan dari Komisi I DPR RI," ucapnya.
Di tempat yang sama Ketua DPC Pepabri Balikpapan Azwardy menyampaikan Pepabri merupakan wadah sebagai tempat bersatu, berkumpul bersama bertukar informasi tersi terjalin. "Ini merupakan menjadi suatu langkah yang baik dalam membina persatuan dan kesatuan diantara kita," katanya.
Tentunya, dengan adanya pemberitaan ini dengan tegas tidak menerima statement yang beredar luas di media sosial. "Ini merupakan celah membuat keretakan diantara kita, yang seharusnya ini dihindari. Kami di Balikpapan terus menjaga kebersamaan TNI," serunya.
Begitu juga Ketua Generasi Muda FKPPI Roni Sekedang merasa terluka dengan pemberitaan viral tersebut. Pasalnya, perkataan tersebut sudah menyinggung keluarga besar TNI.
"Kami adalah putra putri TNI. Darah kami mengalir darah TNI. Perkataan tersebut menyinggung harga diri kami. Jika itu berlanjut kita akan mengusulkan kepada pengurus pusat di masing-masing kepengurusan, untuk mengajukan gugatan tentang perbuatan yang tidak menyenangkan. Walaupun mereka salah satu wakil rakyat tetapi dengan cara menyampaikan forum yang telah mencederai perasaan kita, ya kami merasa tidak diwakili oleh mereka," tuturnya.
Selaras dengan Ketua Keluarga Besar FKPPI Kiky Asikin menyayangkan seorang intelektual mulutnya seperti comberan yang memojokkan keluarga TNI. Puluhan tahun, baru saat ini mendengar TNI itu gerombolan. Tanpa TNI hancur negara ini, karena TNI ini adalah tiang negara.
"Saya curiga karena disana banyak oknum orang PKI bersembunyi. Bahasa yang dikeluarkan itu adalah bahasa PKI karena ada bahasa gerombolan," tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar