Project Manager KHAN JN Yoon menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dalam proyek ini dapat berharap bahwa proyek ini akan memberikan hasil yang terbaik. “Semoga kami dapat terus menjaga hubungan baik yang telah terjalin selama ini, dan terus menjalin kolaborasi lagi di masa depan”, ujar JN Yoon.
Dalam 1-2 bulan kedepan rangkaian kegiatan sebelum offshore campaign masih cukup banyak dengan tenggat waktu yang cukup ketat, antara lain penerbitan Izin Pembongkaran Instalasi di Perairan oleh Dirjen Hubla, penerbitan Izin Lingkungan Hidup lingkup Penenggelaman (Reefing), ijin-ijin kontraktor pelaksana seperti Ijin Cabotage (penggunaan kapal berbendera asing), ijin tenaga kerja asing maupun ijin-ijin skala kecil lainnya.
PHKT akan terus mendukung inisiatif Pemerintah ini dengan upaya terbaik yang sejalan dengan peraturan yang berlaku. Saat ini PHKT sedang menantikan milestone berikutnya dari proyek ini yaitu Sail Away Heavy Lift Barge (HLB) dari Pulau Batam yang direncanakan pada akhir bulan September tahun 2022 ini.
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) merupakan anak Perusahaan PHI yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) di Wilayah Kerja East Kalimantan & Attaka di Kalimantan Timur.
PHKT bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan berbagai inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.(*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar