Berdasarkan data yang sudah dihimpun, korban kebakaran yang berada di posko penampungan itu sebanyak empat kepala keluarga yang terdiri dari 15 jiwa. Pasalnya, banyak para korban kebakaran diajak tinggal bersama keluarga masing-masing.
"Di Posko penampungan rata-rata penyewa yang tidak punya keluarga disini," ungkapnya.
Sementara itu, pemerintah tetap menyediakan makan siang bagi korban kebakaran, termasuk bagi warga yang terdampak korban kebakaran.
"Silahkan datang ke sini termasuk yang terdampak, kalau korban kebakaran membutuhkan makanan," terangnya.
Upaya ini merupakan salah satu bentuk bantuan dari pemerintah, walaupun bantuan yang terpusat masih belum diterima. "Kita masih menunggu juga dari Pemkot Balikpapan," katanya.
Ia pun memudahkan bagi warganya yang menjadi korban kebakaran untuk mengurus surat-surat seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang terbakar atau hilang akibat kebakaran tersebut.
Kelurahan sudah melakukan koordinasi dengan Kecamatan. Begitu juga, Kecamatan pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Balikpapan untuk memudahkan para korban kebakaran untuk mempunyai KK dan KTP.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar