Berita Pemkab Paser

Jernihnya Air Sungai Loyu Bile, Objek Wisata di Desa Selerong Muara Komam  

lihat foto
Lokasi wisata air Loyu Bile hanya sekitar 500 meter dari jalan poros lintas Provinsi Kaltim-Kalsel. Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Lokasi wisata air Loyu Bile hanya sekitar 500 meter dari jalan poros lintas Provinsi Kaltim-Kalsel. Foto: BorneoFlash.com/Ist.

BorneoFlash.com, TANA PASER - Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, memiliki sejumlah potensi objek wisata alam, salah-satunya adalah Sungai Loyu Bile yang berlokasi Desa Selerong.

Air Sungai Loyu Bile yang mengalir jernih, sehingga batu dan kerikil di dasar sungai yang airnya tidak begitu dalam dapat terlihat jelas.

Seperti layaknya air pegunungan, berendam di air Sungai Loyu Bile akan memberikan kesegaran pada badan.

Pengunjung bahkan dapat bermain tubing atau berselancar menggunakan ban mengikuti arus sungai yang di antara pepohonan yang masih asri.

Sungai Loyu Bile sendiri adalah tempat pemandian warga sekitar, terutama di sore hari banyak anak-anak sekitar yang bermain air di sungai.

Masyarakat Desa Selerong pun ramah terhadap pengunjung dan tentunya objek wisata air Sungai Loyu Bile sangat cocok untuk liburan keluarga.

Wisata air Loyu Bile sendiri mulai dikembangkan di tahun 2020. Saat itu Camat Muara Komam adalah Abdul Rasyid, sedangkan Kades Selerong Norjani.

Lokasi wisata air Loyu Bile hanya sekitar 500 meter dari jalan poros lintas Provinsi Kaltim-Kalsel.


Untuk sampai ke lokasi wisata, pengunjung dapat melalui jalan selebar satu meter yang sudah disemenisasi dan di sepanjang, dimana sisi jalan dipenuhi pepohonan yang rindang.

Baik pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa menaruh perhatian serius terhadap pengembangan wisata air Loyu Bile, terutama dalam melengkapi fasilitas objek wisata. Seperti musholla, parkir motor, dan WC umum.

Selain itu Loyu Bile diharapkan menjadi lokasi bagi yang ingin bermalam, lengkap dengan paket kulinernya.

Bagi yang hobi bersepeda juga akan disediakan penyewaan sepeda, permainan ATV, atau permainan sepeda motor roda empat, sedangkan bagi yang hobi panjat tebing ada spot yang bisa digunakan.

Sayangnya, pada tahun itu pula Indonesia mulai dilanda pandemi Covid-19. Untuk mencegah penyebaran virus berbahaya ini, Pemkab Paser menutup semua objek wisata, termasuk Loyu Bile.

Air Sungai Loyu Bile yang mengalir jernih, sehingga batu dan kerikil di dasar sungai yang airnya tidak begitu dalam dapat terlihat jelas. Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Air Sungai Loyu Bile yang mengalir jernih, sehingga batu dan kerikil di dasar sungai yang airnya tidak begitu dalam dapat terlihat jelas. Foto: BorneoFlash.com/Ist.

Sekarang pandemi Covid-19 mulai mereda, sehingga pengembangan pariwisata yang menjadi salah satu program pembangunan Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf bisa mulai dipacu dalam mewujudkan Kabupaten Paser Maju Adil dan Sejahtera (Paser MAS).

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Paser Muksin didampingi Kabid Pariwisata Arya Widhiyasa, Senin (8/8/2022).

"Kami sangat mengapresiasi semua upaya yang telah dicurahkan dalam mengembangkan wisata Loyu Bile," kata Arya Widhiyasa.

(Adv/Aas)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar